Surabaya, syiarmu.com – Pada Kamis (23/10/2025) sejumlah siswa SMP Muhammadiyah 11 Surabaya mendapat edukasi pergaulan yang sehat. Kegiatan itu dilaksanakan di ruang rapat. Sosialisasi tersebut dilaksanakan usai jam pelajaran berakhir.
Tim Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) memulai penjelasan dengan memaparkan pengertian pergaulan bebas. Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku
menyimpang yang melewati batas sewajarnya dari tuntunan, aturan, dan perasaan malu. Perilaku
menyimpang yang melanggar norma agama maupun norma
kesusilaan.

Ciri-ciri pelaku pergaulan bebas adalah memiliki perilaku yang menyimpang, emosi tidak stabil, tidak menghargai orang tua, dan kurang bertanggung jawab. Mereka juga melakukan pemborosan uang, penyalahgunaan waktu, dan menggunakan pakain yang tidak pantas.
Setidaknya ada dua faktor penyebab pergaulan yakni internal dan eksternal. Faktor internal terdiri atas rendahnya kontrol diri, krisis identitas, dan rendahnya kesadaran diri. Faktor eksternal terdiri atas lingkungan sosial dan teman sebaya, kondisi keluarga, media sosial dan internet, pendidikan dan nilai agama, faktor ekonomi, dan trauma.
Contoh pergaulan bebas adalah Bergaul dengan teman yang sering melakukan hal-hal melanggar norma. Misalnya, keluar malam tanpa izin, minum minuman beralkohol, penggunaan narkoba, dan tawuran. Tidak punya tujuan atau kegiatan yang positif, hanya”nongkrong” tanpa arah. Mengikuti tren yang negatif hanya untuk dianggap “keren”.


Ada beragam dampak pergaulan bebas. Pertama, risiko tinggi terinfeksi penyakit menular seksual (PMS) seperti gonore, sifilis, HIV/AIDS, dan kutil kelamin, terutama jika sering bergonta-ganti pasangan.
Kedua, mengalami stres, kecemasan, dan depresi akibat
ketidakstabilan emosi dan tekanan dari lingkungan. Ketiga, malas belajar, sering tidak masuk sekolah, dan penurunan prestasi akademik, bahkan berujung pada putus sekolah.
Keempat, seringkali menjadi pembangkang dan memiliki hubungan yang renggang dengan orang tua karena tidak menuruti nasihat. Kelima, menarik diri, sulit diajak komunikasi, dan lebih suka berkumpul dengan lingkungan yang negatif, yang membuat hubungan dengan teman lama menjadi renggang.
Ada sejumlah cara menghindari pergaulan bebas yakni memperbaiki cara pandang, menjaga keseimbangan pola hidup, jujur pada diri sendiri, dan memperbaiki cara berkomunikasi.
Cara berikutnya adalah perlunya remaja berpikir untuk masa depan, mengurangi menonton TV, bermain gadget, bijak bermain media sosial, sosialisasi bahaya pergaulan bebas, dan banyak beraktivitas secara positif. (Fikri)
