Chiba, syiarmu.com – SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK Mudisa) kembali mencatat sejarah baru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui kerja sama global. Dalam sebuah agenda resmi yang berlangsung di Jepang, Mudisa menjalin cooperation agreement dengan Kisarazu Sohgoh High School, salah satu institusi pendidikan ternama di Prefektur Chiba, Jepang.
Kesepakatan ini ditandai dengan penyerahan Certificate of Completion yang ditandatangani oleh kedua belah pihak pada Kamis (4/12/2025).
Penandatanganan sertifikat ini menegaskan komitmen kedua sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pertukaran pengetahuan, kolaborasi budaya, serta penguatan kompetensi siswa dan guru. Sertifikat tersebut memuat tanda tangan Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., Kepala SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, dan Kepala Sekolah Kisarazu Sohgoh High School yang turut membubuhkan stempel resmi institusi Jepang.

Kerja sama ini mencakup sejumlah program strategis, seperti student exchange, teacher collaboration, pengembangan kurikulum berbasis teknologi, serta pertukaran praktik baik dalam pembelajaran digital dan vokasi.
Melalui kolaborasi ini, siswa Mudisa diharapkan dapat memperoleh pengalaman internasional yang memperluas wawasan global sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja.
Irvandy Andriansyah menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata SMK Mudisa dalam menghadirkan pendidikan berkelas dunia.

“Ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi awal dari perjalanan panjang untuk menghadirkan pembelajaran bertaraf internasional bagi siswa kami. Kolaborasi dengan sekolah di Jepang ini akan membuka kesempatan luas bagi pengembangan kompetensi siswa dan guru dalam menghadapi tantangan era global,” ujarnya.
Dari pihak Jepang, Kisarazu Sohgoh High School menyambut antusias kemitraan ini dan berharap dapat terus mempererat persahabatan pendidikan antara Indonesia dan Jepang. Mereka menilai Mudisa sebagai sekolah yang progresif, adaptif, dan siap bertransformasi.
Kesepakatan kedua sekolah ini juga sejalan dengan program penguatan internasionalisasi pendidikan vokasi yang didorong oleh pemerintah, khususnya bagi sekolah-sekolah yang tengah mengembangkan kualitas layanan melalui berbagai inovasi.
Dengan terbitnya sertifikat kerja sama resmi tersebut, SMK Muhammadiyah 1 Surabaya semakin menegaskan posisi sebagai salah satu sekolah vokasi yang aktif menjalin jejaring internasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa dampak signifikan terhadap kualitas lulusan, sehingga mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.
Kerja sama ini diproyeksikan berlangsung jangka panjang dengan berbagai agenda tindak lanjut mulai awal tahun 2026, termasuk kunjungan balasan, workshop lintas negara, hingga pengembangan proyek berbasis teknologi yang melibatkan siswa Indonesia–Jepang. (Irvandy/Fikri)
