Pengelola LKSA Muhammadiyah Surabaya Didorong Bertransformasi Menuju Lembaga Sosial Profesional Berbasis Digital

Malang, syiarmu.com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya melalui Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS) kembali menggelar kegiatan Upgrading bagi pengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah se-Kota Surabaya.

Memasuki materi kedua, kegiatan ini menghadirkan tema “Mendesain Lembaga Pemberdayaan Sosial Profesional Berbasis Digital”, yang disampaikan oleh Ketua MPKS PDM Kota Surabaya, Fery Yudi AS, M.Pd., pada Jum’at (19/12/2025).

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan interaktif. Para peserta tampak mengikuti pemaparan materi dengan serius, mencatat poin-poin penting, serta aktif berdiskusi terkait tantangan dan peluang pengelolaan LKSA di era digital.

Dalam pemaparannya, Fery Yudi menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam pengelolaan LKSA. Ia mengajak seluruh pengelola untuk melakukan transformasi paradigma, dari pendekatan charity menuju empowerment atau pemberdayaan.

“LKSA hari ini tidak cukup hanya berfokus pada pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan dasar anak. Kita harus berani melompat menuju pengembangan potensi, bakat, dan kemandirian ekonomi anak asuh,” tegasnya.

Ia memaparkan pergeseran paradigma yang perlu dilakukan, di antaranya dari pola lama yang sentris pengasuhan dan ketergantungan pada belas kasihan donatur, menuju pola baru yang sentris keberdayaan. Anak asuh tidak lagi diposisikan sebagai objek, melainkan sebagai subjek yang memiliki potensi untuk tumbuh, mandiri, dan produktif.

Fery Yudi juga menyoroti tantangan pengelolaan lembaga yang selama ini masih dilakukan secara manual. Pencatatan berbasis kertas dinilai tidak efisien, data terfragmentasi, serta minim kolaborasi dan transparansi.

Sebagai solusi, ia mendorong penerapan sistem digital dan terintegrasi berbasis cloud, guna meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik. Salah satu strategi yang ditawarkan adalah Digitalisasi Manajemen dan Transparansi, melalui:

Sistem Informasi Anak (SIA), yakni dasbor digital untuk memantau tumbuh kembang anak secara real-time, mencakup aspek kesehatan, akademik, hingga psikologi.

Smart Fundraising, dengan menggeser kotak amal fisik ke ekosistem digital seperti QRIS dan crowdfunding, serta laporan donasi otomatis yang dikirim langsung ke WhatsApp donatur.

Lebih lanjut, Fery Yudi menegaskan bahwa LKSA ke depan harus bertransformasi menjadi Creative Hub, bukan sekadar tempat tinggal. Melalui Kurikulum Pemberdayaan (Future Skills), anak asuh dibekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja masa depan, seperti coding, desain grafis, manajemen media sosial, hingga digital marketing.

“Anak-anak kita harus disiapkan menjadi generasi mandiri, bahkan digital nomad, tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai Al-Islam serta Kemuhammadiyahan,” ujarnya.

Sebagai penutup, materi juga menekankan pentingnya standardisasi profesional dalam pengelolaan LKSA. Hal ini meliputi sertifikasi pekerja sosial (Peksos) agar memiliki standar pelayanan yang diakui secara internasional, serta penerapan sistem manajemen mutu yang terukur dan objektif.

Dengan kegiatan Upgrading ini, diharapkan seluruh pengelola LKSA Muhammadiyah di Kota Surabaya mampu melakukan lompatan besar menuju lembaga sosial yang profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. (Kiyadah/Fikri)

Tinggalkan komentar