Surabaya, syiarmu.com – Suasana Masjid Jenderal A. Yani Sidoyoso pagi itu terasa berbeda. Pada Kamis (18/12/2025) ratusan siswa SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) duduk rapi dengan mata berbinar dan senyum ceria. Hari itu bukan hari belajar biasa, melainkan hari petualangan ilmu tentang tanggap bencana yang seru, menyenangkan, dan penuh makna.
Dalam rangka menumbuhkan pengetahuan, kesiapsiagaan, serta kesadaran sejak dini, SD Mumtas bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kota Surabaya menggelar edukasi kebencanaan.
Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi agar materi mudah dipahami sesuai usia siswa. Sesi pertama diikuti siswa kelas 1, 2, dan 3 dengan tema bencana banjir, sedangkan sesi kedua diikuti kelas 4, 5, dan 6 dengan tema bencana gempa bumi.

Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam, membuka kegiatan dengan pesan yang hangat dan penuh motivasi. Ia menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang sering mengalami berbagai bencana alam, seperti banjir dan gempa bumi.
“Anak-anak hebat, kalian perlu tahu apa yang harus dilakukan agar tetap tenang, sigap, dan aman saat bencana datang,” pesannya. Menurutnya, belajar tanggap bencana bukan untuk menakut-nakuti, tetapi agar anak-anak siap dan bisa menolong diri sendiri maupun orang lain.

Keceriaan semakin terasa saat Moch. Rizki, Volunteers MDMC Kota Surabaya, tampil menyapa siswa dengan gaya ramah. Ia mengenalkan apa itu MDMC, yaitu lembaga resmi Muhammadiyah yang bertugas membantu masyarakat dalam pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan bencana.
Dengan bahasa sederhana, ia menjelaskan bahwa banjir adalah peristiwa air yang meluap dan menggenangi wilayah yang biasanya kering.
“Banjir bisa terjadi karena hujan deras, sungai yang meluap, selokan tersumbat sampah, atau hutan yang gundul,” jelasnya sambil menunjuk gambar-gambar menarik. Anak-anak pun mengangguk-angguk paham.
Tak hanya itu, mereka juga diajak belajar apa yang harus dilakukan saat banjir datang, seperti tetap tenang, mengikuti arahan guru dan orang tua, pergi ke tempat yang lebih tinggi, tidak bermain air banjir, serta mematikan listrik jika memungkinkan. Terangnya
Yang paling seru, lanjut pria berkacamata ini. siswa diajak bertepuk tangan dan bernyanyi bersama dengan tema banjir. Suasana masjid pun dipenuhi tawa dan semangat.
Di akhir sesi, relawan MDMC mengingatkan pentingnya mencegah banjir dengan membuang sampah pada tempatnya, membersihkan selokan bersama, menanam pohon, dan menjaga lingkungan tetap bersih.
Melalui kegiatan ini, siswa SD Mumtas tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga belajar menjadi anak yang peduli, berani, dan siap menghadapi bencana. Dengan hati gembira, mereka pulang membawa pesan penting: siap siaga itu keren, dan menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. (Afuw Elkhoir/Fikri)
