Santri LPQ Al Islam Meriahkan Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H Melalui Lomba Seni dan Kaligrafi

Surabaya, syiarmu.com – Suasana Masjid Al Islam tampak berbeda dari biasanya pada Kamis (19/1/2026). Ratusan santri dari Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) Al Islam berkumpul dengan penuh antusias untuk memeriahkan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah melalui ajang Lomba Kreasi Santri.

​Kegiatan ini mengusung tema kreativitas di atas nilai-nilai islami. Masjid yang biasanya tenang untuk beribadah, seketika berubah menjadi kanvas raksasa tempat anak-anak mengekspresikan imajinasi mereka melalui goresan warna dan keindahan huruf Arab.

​Lomba kali ini dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu lomba mewarnai untuk santri tingkat dasar dan lomba kaligrafi bagi santri tingkat lanjutan. Pembagian ini bertujuan agar setiap anak dapat berkompetisi sesuai dengan jenjang usia dan kemampuan motorik mereka masing-masing.

​Pada sudut ruang utama masjid, terlihat para santri cilik begitu fokus memadukan warna krayon di atas kertas gambar. Mereka tidak hanya sekadar mewarnai, tetapi juga belajar mengenal simbol-simbol Islam yang menjadi objek gambar, seperti masjid dan pemandangan bertema religi.

​Sementara itu, di barisan santri yang lebih senior, suasana tampak lebih khidmat. Jemari mereka terlihat telaten mengayunkan kuas dan pena khusus untuk membentuk rangkaian huruf hijaiyah yang indah. Lomba kaligrafi ini menjadi ajang pembuktian ketelitian serta kesabaran para santri dalam menghormati firman-firman Tuhan lewat seni visual.

​Kepala LPQ Al-Islam, M. Nurwahid menyatakan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini sengaja dikemas berbeda agar lebih berkesan bagi anak-anak. Menurutnya, seni adalah media yang sangat efektif untuk menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW dan sejarah perjalanan agung beliau dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.

​”Kami ingin para santri tidak hanya hafal ceritanya, tapi juga memiliki ikatan emosional dengan momen Isra’ Mi’raj. Melalui warna dan garis kaligrafi, mereka sedang mengekspresikan rasa syukur dan kegembiraan sebagai generasi muslim,” ujar Ustadz Wahid.

​Partisipasi santri dalam acara ini tergolong sangat tinggi, mencapai lebih dari 100 peserta. Tidak hanya dari lingkungan internal LPQ, dukungan juga datang dari para orang tua yang setia mendampingi dan memberikan semangat dari selasar masjid, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental.

​Pihak juri menjelaskan bahwa kriteria penilaian tidak hanya terpaku pada keindahan hasil akhir semata. Unsur orisinalitas, kerapian, serta komposisi warna menjadi poin penting yang dinilai untuk menentukan siapa yang akan membawa pulang trofi penghargaan di akhir acara.

​Sebagai penutup rangkaian acara, pengumuman pemenang akan diumumkan pada puncak Kreasi Santri dan Wisuda Tahfidz Minggu mendatang. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus konsisten dilaksanakan setiap tahunnya guna memupuk kepercayaan diri serta karakter kreatif bagi para santri LPQ Al Islam sejak dini. (Wahid/Fikri)

Tinggalkan komentar