Surabaya, syiarmu.com – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Krembangan Kota Surabaya menggelar kegiatan Kajian Ramadhan yang penuh inspirasi. Bertempat di Masjid Al Azhar, Jl. Dupak Bandarejo, kajian yang dilaksanakan pada Ahad (22/2/2026) ini menghadirkan Ustadz Ali Junaidi, S.HI sebagai pemateri utama.
Tema besar yang diangkat adalah “Menanamkan Konsep Amanah,” kajian ini mengajak para jamaah untuk membedah makna kejujuran dan tanggung jawab dari berbagai sudut pandang syariat.
Ustadz Ali Junaidi menekankan bahwa amanah bukan sekadar kata, melainkan pondasi bagi seorang Muslim. Beliau membagi amanah ke dalam tiga dimensi utama.

- Amanah sebagai Kewajiban (QS. Al-Anfal: 27)
Amanah yang paling mendasar adalah hubungan kita dengan Allah SWT. Menjalankan Rukun Islam bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah perjuangan terbaik. Dari sisi Tauhid hendaklah muslim Tidak menyekutukan Allah. Dari sisi ibadah, hendaknya umat islam menghadirkan puasa terbaik dan shalat yang khusyuk. Dalam hal Zakat, itu merupakan menunaikan kewajiban harta dengan penuh kesadaran.
- Amanah sebagai Titipan (QS. An-Nisa: 58)
Segala yang ada di genggaman kita saat ini adalah titipan yang akan dimintai pertanggungjawaban. Dalam hal harta dan barang, hendaknya senantiasa menjunjung kejujuran dalam berdagang dan keberkahan dalam berbagi. Dari segi waktu dan ucapan, umat Islam harus menjaga lisan agar tetap pada kebenaran. Keluarga hendaknya menjaga harga diri, mendidik anak, dan menyayangi keluarga dengan tulus.

- Amanah dalam Menjaga Diri dan Tanggung Jawab (QS. Al-Qasas: 26)
Amanah juga berarti menjaga kehormatan diri sendiri. Setiap individu bertanggung jawab atas setiap tindakan yang diambilnya di dunia.
Tips Menanamkan Sifat Amanah adalah Paksa Sebelum Terbiasa. Selanjutnya, Ustadz Ali memberikan sejumlah tips praktis. “Pandanglah amanah sebagai satu kesatuan antara kewajiban, titipan, dan tanggung jawab. Jika hati masih terasa berat, maka paksalah diri kita untuk menjalankannya. Sesuatu yang dipaksakan demi kebaikan, lama-kelamaan akan menjadi karakter,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan dengan tegas bahwa tidak sempurna iman seseorang jika ia tidak memiliki sifat amanah. Kita harus waspada terhadap tiga ciri orang munafik agar tidak terjerumus. Cirinya adalah berbicara namun berbohong, berjanji namun mengingkari, dan dipercaya namun berkhianat.
Kajian ini ditutup dengan doa bersama, berharap agar momentum Ramadhan 1447 H ini menjadi titik balik bagi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih jujur, bertanggung jawab dan, Mu’min yang Amin. (Nila/Fikri)
