Doa Sebagai Ruh Utama bagi Mereka yang Berpuasa

Surabaya, syiarmu.com – Gema zikir selepas salat subuh menyelimuti Masjid Al Islam Surabaya pada Selasa (10/3/2026). Dalam suasana fajar yang sejuk, Ustaz Muhammad Renaldi membawakan kajian mendalam mengenai struktur unik Al-Qur’an dalam rangkaian Surah Al-Baqarah ayat 183 hingga 188.

Beliau menekankan adanya pesan tersembunyi yang sangat menyentuh hati di tengah-tengah ayat hukum puasa tersebut. Ustaz Renaldi menyoroti keunikan penempatan Surah Al-Baqarah ayat 186.

Di saat ayat-ayat sebelumnya dan sesudahnya berbicara tentang aturan teknis puasa, fidyah, hingga malam Ramadan, Allah SWT justru menyelipkan ayat tentang kedekatan-Nya dengan hamba melalui doa.

“Hal ini menunjukkan bahwa doa adalah ruh dari ibadah puasa yang sedang dijalankan oleh setiap mukmin,” ujar Ustaz Renaldi di hadapan jemaah.

Beliau kemudian membacakan teks ayat 186 yang artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.”

Menurutnya, ayat ini menjadi bukti nyata bahwa Ramadan adalah waktu di mana jarak antara hamba dan Penciptanya menjadi sangat dekat. Mengutip tafsir Ibnu Katsir, Ustaz Renaldi menjelaskan bahwa diletakkannya ayat doa di tengah rangkaian ayat puasa bertujuan memberikan dorongan kuat bagi umat Islam untuk memperbanyak permohonan.

Ibnu Katsir menekankan bahwa setiap hamba yang menjalankan ibadah puasa memiliki momentum emas setiap detiknya untuk menyampaikan segala hajat kepada Allah SWT.

Lebih lanjut, beliau mengaitkan materi tersebut dengan sabda Rasulullah SAW mengenai golongan manusia yang istimewa. Ustaz Renaldi menyebutkan bahwa ada tiga doa yang tidak akan tertolak, dan salah satunya adalah doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka.

Artinya, sejak terbit fajar hingga kumandang azan magrib, lisan orang berpuasa memiliki kekuatan yang luar biasa di hadapan langit.

“Jangan hanya menunggu detik-detik saat berbuka saja untuk berdoa. Sepanjang hari saat kita menahan lapar dan dahaga, pintu langit sedang terbuka lebar bagi kita,” pesan Ustaz Renaldi.

Beliau mengajak seluruh jemaah untuk memanfaatkan waktu luang di sela aktivitas dengan memperbanyak permohonan, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.

Kajian subuh tersebut ditutup dengan sebuah refleksi bahwa puasa yang berkualitas adalah puasa yang disertai dengan lisan yang basah oleh zikir dan doa.

Melalui bimbingan ayat Al-Baqarah ini, jemaah Masjid Al Islam diharapkan dapat meraih derajat takwa sekaligus mendapatkan pengabulan atas segala doa yang dipanjatkan selama bulan suci Ramadan 2026. (Wahid/Fikri)

Tinggalkan komentar