Surabaya, syiarmu.com – Pada Sabtu (14/3/2026) diadakan kajian Ramadan guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 11 Surabaya (Muven). Mubalig agenda tahunan itu adalah Wakil Ketua PCM Krembangan H Sutikno SSos MH. Tema yang diangkat yakni empat kiat mencapai garis akhir Ramadan secara berkah.
Ketua Takmir masjid Al Azhar itu mengawali kajian dengan pemaparan bahwa Rasulullah mengencangkan ikat pinggangnya pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Sutikno juga mengimbau hadirin agar menjadikan setiap hari sebagai lailatul qadar agar giat beribadah.
Kegiatan ini juga didukung oleh Penerbit Erlangga. Supervisor Erlangga tingkat SD dan SMP Mutho’al Amin turut mengucapkan selamat berbuka puasa bersama bagi seluruh guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 11 Surabaya. “Semoga dengan adanya kegiatan ini menjadikan Bapak dan Ibu guru semakin solid dalam mencerahkan umat melalui pendidikan,” imbuhnya.
Dalam bulan suci ini ada tiga kenikmatan yang dapat diperoleh. Pertama, kenikmatan bersama Al-Qur’an. Dalam Ramadan hendaknya minimal seorang muslim mengkhatamkan Al-Qur’an. Hal itu dikarenakan pahala kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah. “Kebaikan harus diusahakan bahkan dipaksa untuk dilakukan. Kalau tidak begitu, tentu tidak bisa,” ujarnya.

Nikmat kedua adalah melimpahnya ampunan dari Allah. Hendaknya setiap muslim terutama pada bulan Ramadan membaca doa berikut.
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Hadirin juga diajak untuk merendahkan diri ketika berdoa kepada Allah dan merasa sangat bersalah saat memohon ampunan.
Nikmat ketiga adalah etos kerja harus diniati karena Allah. “Pekerjaan kalau diniati ibadah karena Allah akan terasa ringan,” tambah mantan Ketua PCM Krembangan itu.
Ketua RT 06 Dupak Bandarejo itu lantas menjelaskan kiat mencapai garis akhir Ramadan secara berkah. Kiat itu disingkat dengan istilah “GASS”.

Kiat pertama adalah giat berdoa. Pada bulan Ramadan ini seorang muslim hendaknya menguatkan doanya. Tentunya doa itu tidak diperuntukkan hanya bagi dirinya sendiri, bisa juga untuk orang tua, kerabat, tetangga, atau rekan kerja.
Kiat kedua adalah ajak keluarga. Hendaknya dalam beribadah mengajak keluarga, tidak sendirian, sehingga bersama-sama melakukan kebaikan.
Kiat ketiga adalah sedekah. Rasulullah menunaikan sedekah lebih giat pada bulan Ramadan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Umat Islam yang memiliki kendala finansial bisa bersedekah dalam bentuk tenaga, pikiran, atau senyum.
Kiat keempat adalah sempurnakan. Sempurnakan ibadah dengan menjaga lisan dan saling membantu. Lisan memiliki bahaya yang luar biasa. Oleh karena itu, ucapkanlah kebaikan.
Jelang akhir kajian, tokoh masyarakat itu berpesan kepada para guru dan karyawan. “Jadilah pendidik yang dirindukan, mendidik dengan hati, bukan sekadar janji. Bekerjalah secara tuntas, bukan pintas. Beraksi, tanpa sensasi,” pungkasnya. (Fikri)
