Ramadan di Garis Finis: Akankah Kita Menjadi Pemenang Sejati atau Sekadar Pelari Musiman?

oleh: H. Sutikno, S.Sos., M.H.
Ketua Takmir Masjid Al-Azhar

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah. Namun, waktu terus berjalan. Ramadan akan segera berlalu meninggalkan kita, digantikan dengan datangnya bulan Syawal. Bagi seorang mukmin, berakhirnya Ramadan bukanlah akhir dari segala ibadah, melainkan awal dari ujian yang sesungguhnya.

Sering kali kita terjebak dalam fenomena “ibadah musiman”. Semangat beribadah membara selama Ramadan, namun redup seketika begitu takbir Idulfitri berkumandang. Padahal, salah satu tanda diterimanya amalan Ramadan seseorang adalah ketika ia menjadi pribadi yang lebih baik setelahnya.

Agar semangat Ramadan tetap bersemi dalam keseharian kita, berikut adalah beberapa langkah yang bisa kita lakukan:

  1. Puasa Sunah Syawal

Sebagai bentuk penyempurnaan dan rasa syukur, kita disunahkan berpuasa enam hari di bulan Syawal. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seolah-olah berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim)

  1. Istikamah dalam Beribadah

Istikamah adalah kunci. Ibadah yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara rutin meskipun jumlahnya sedikit. Kita tidak perlu memaksakan kuantitas yang sama persis dengan bulan Ramadan, namun pastikan kualitasnya terjaga.

“Jangan biarkan mushaf Al-Qur’an kembali berdebu”.
“Jangan biarkan masjid sepi dari salat berjamaah”.
“Tetaplah menjaga salat malam dan sedekah”.

  1. Memperbanyak Istigfar

Meskipun Ramadan telah usai, pintu ampunan Allah tetap terbuka lebar. Gunakanlah waktu kita untuk memohon ampun atas segala kekurangan selama beribadah di bulan Ramadan. Allah berfirman dalam Surah Nuh ayat 10:

“… Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”

  1. Banyak Berdoa

Para ulama salaf terdahulu bahkan disebutkan sangat khawatir apakah amal mereka diterima atau tidak. Allah berfirman dalam Surah Al-Ma’idah ayat 27:

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa.”

Oleh karena itu, pasca-Ramadan kita sangat dianjurkan untuk terus berdoa agar seluruh ibadah yang telah kita lakukan diterima oleh Allah SWT.

  1. Memperbanyak Syukur

Tidak semua orang diberikan umur panjang untuk bertemu dengan Ramadan. Kita patut bersyukur jika Allah masih memberi kesempatan untuk beribadah di bulan yang mulia tersebut. Allah berfirman dalam Surah Ibrahim ayat 7:

“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”

Bentuk syukur ini dapat kita wujudkan dengan terus meningkatkan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.

Ramadan adalah sebuah madrasah (sekolah) rohani. Jika kita dinyatakan lulus, maka perilaku kita di luar sekolah harus mencerminkan ilmu dan kedisiplinan yang telah didapatkan.

Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk merayakan ketaatan yang baru, bukan kembali kepada kemaksiatan yang lama. (Sutikno/Fikri)

Tinggalkan komentar