KKN Kelompok 30 Umsura Resmi Dibuka, Siap Bersinergi Membangun Desa Sidowungu Gresik

Gresik, syiarmu.com – Pada Kamis (9/7/2026) bertempat di Balai Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, telah dilaksanakan kegiatan Pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 30 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus momentum untuk mempererat sinergi antara civitas akademika, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Acara pembukaan dihadiri oleh Ketua KKN Kelompok 30 Muhammad Rizam Arzaky Robby beserta seluruh anggota kelompok, Sekretaris Desa Sidowungu, Bapak Edi Siswanto, yang hadir mewakili Kepala Desa Sidowungu, Wakil Ketua PCM Menganti Bapak Faried, Ibu Polindes Desa Sidowungu, jajaran PKK, kepala sekolah, kepala TPQ, Ketua Paguyuban Pemotongan Ayam, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Farid Faqih, mahasiswa FSIP Umsura. Setelah itu, para tamu undangan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Sambutan pertama disampaikan oleh ketua KKN kelompok 30, Rizam. Dalam sambutannya, Rizam menyampaikan terima kasih yang mendalam atas penerimaan dari warga desa Sidowungu terhadap mahasiswa KKN. Rizam juga berharap, warga dan semua stakeholder di desa Sidowungu mampu berkolaborasi denga mahasiswa KKN, agar program kerja yang dirancang dapat dilaksanakan dengan maksimal.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Faried selaku Wakil Ketua PCM Menganti. Beliau menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sidowungu yang telah menerima mahasiswa KKN dengan baik. Menurut beliau, KKN merupakan bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

Beliau juga menyampaikan makna ayat yang dibaca oleh Farid Faqih di awal acara, yakni QS Ali Imron : 104. Bagi beliau, ayat ini seharusnya menjadi landasan pedoman bagi seluruh warga Muhammadiyah, dan pada konteks kali ini, mahasiswa turun mengabdi pada masyarakat sebagai implementasi dari ayat tersebut.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Edi Siswanto selaku Sekretaris Desa Sidowungu yang mewakili Kepala Desa.

Dalam kesempatan ini, beliau menggantikan kepala desa yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, beliau berterima kasih terhadap mahasiswa KKN yang berkenan untuk bertugas di Desa Sidowungu.

Beliau juga berpesan agar mahasiswa KKN tidak sungkan ketika mengajak perangkat desa dan kelompok masyarakat dalam berkolaborasi. Selain itu, beliau juga berharap program kerja mahasiswa KKN ini mampu bermanfaat kepada warga Sidowungu. Bagi beliau, kebermanfaatan tak harus pada saat ini juga. Barangkali, kebermanfaatan mampu dirasakan justru ketika mahasiswa KKN telah selesai bertugas dan kembali ke universitas.

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program kerja yang dipresentasikan oleh Ketua Kelompok, Rizam, bersama Sekretaris Kelompok, Delya. Pada kesempatan tersebut dipaparkan berbagai program unggulan yang akan dilaksanakan selama satu bulan masa pengabdian berdasarkan hasil observasi dan identifikasi kebutuhan masyarakat Desa Sidowungu.

Program unggulan yang menjadi fokus utama Kelompok 30 adalah penerapan BioSmart Grease Trap, yaitu sistem penyaringan limbah hasil pemotongan ayam. Program ini lahir dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Sidowungu berprofesi sebagai pelaku usaha pemotongan ayam. Aktivitas tersebut menghasilkan limbah cair yang apabila dibuang secara langsung berpotensi mencemari lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, serta mengganggu kualitas saluran air.

Melalui inovasi BioSmart Grease Trap, limbah cair akan melewati proses filtrasi sehingga kandungan lemak dan sisa organik dapat dipisahkan sebelum dibuang ke lingkungan. Program ini diharapkan menjadi solusi sederhana, murah, dan mudah diterapkan oleh masyarakat sebagai langkah awal menuju pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.

Program berikutnya adalah Revitalisasi Telaga Mboro sebagai upaya mengembalikan fungsi kawasan telaga menjadi ruang publik yang bersih, hijau, dan nyaman. Kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi kerja bakti bersama masyarakat, penghijauan kawasan telaga, pengecatan gazebo, perbaikan fasilitas permainan anak, penataan lingkungan, serta pembersihan area sekitar telaga.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan Telaga Mboro kembali menjadi ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat berkumpul, berolahraga, maupun sarana edukasi lingkungan serta juga sebgaia wisata yang m.ungkin bisa di klola oleh pihak wara ataupun desa secara optimal

Kelompok 30 juga akan melaksanakan program optimalisasi pengelolaan Bank Sampah melalui edukasi pemilahan sampah rumah tangga. Berdasarkan hasil observasi, sistem pemilahan sampah di Desa Sidowungu masih belum berjalan secara optimal sehingga sampah organik dan anorganik masih tercampur dan menyebabkan penumpukan.

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah.

Sebagai pendukung pengelolaan sampah, mahasiswa juga akan membuat Rocket Stove, yaitu alat pembakaran dengan sistem pembakaran sempurna yang menghasilkan panas tinggi namun minim asap. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pembakaran terbuka yang selama ini masih sering dilakukan masyarakat.

Dalam bidang kesehatan, mahasiswa akan bekerja sama dengan tenaga kesehatan desa untuk menyelenggarakan:
Pemeriksaan kesehatan gratis.
Pemeriksaan kesehatan gigi.
Khitan (sunat) gratis bagi anak-anak.

Edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Kelompok 30 juga akan melaksanakan pendampingan belajar bagi siswa sekolah dasar melalui kegiatan bimbingan belajar, kelas kreatif, serta pembinaan karakter. Program ini bertujuan meningkatkan semangat belajar anak-anak sekaligus menjadi ruang belajar yang menyenangkan selama masa liburan sekolah.

Dalam bidang ekonomi, mahasiswa akan mendampingi pelaku UMKM melalui peningkatan branding produk, pembuatan identitas usaha, desain kemasan, digital marketing, hingga strategi promosi agar produk lokal Desa Sidowungu memiliki daya saing yang lebih baik.

Seluruh peserta yang hadir memberikan apresiasi terhadap program-program yang dipaparkan. Berbagai masukan dan saran turut disampaikan sebagai bahan penyempurnaan agar setiap kegiatan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan pembukaan ini diharapkan terjalin kolaborasi yang harmonis antara mahasiswa, pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, dan seluruh warga Desa Sidowungu.

Kehadiran mahasiswa bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi menjadi mitra masyarakat dalam menghadirkan inovasi, memberdayakan potensi desa, serta bersama-sama membangun lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.

“Mengabdi Dengan Ilmu, Berkarya Untuk Sidowungu”

(Farid Faqih/Fikri)

Tinggalkan komentar