Damkar Surabaya Latih Siswa SD Muhlas Hadapi Kebakaran Sejak Dini

Surabaya, syiarmu.com – Sebanyak ratusan siswa kelas V dan VI SD Muhammadiyah 11 Surabaya mengikuti edukasi dan simulasi mitigasi kebakaran bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang bertujuan menumbuhkan budaya sadar keselamatan sejak usia dini.

Dalam sesi penyuluhan, para petugas Damkar memberikan pemahaman mengenai penyebab terjadinya kebakaran, upaya pencegahan, serta langkah-langkah penyelamatan diri saat menghadapi kondisi darurat. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga siswa dapat memahami pentingnya bersikap tenang dan sigap ketika terjadi kebakaran.

Petugas Damkar, Kak Rizky, menjelaskan lima langkah utama yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran, yaitu tidak panik, segera berlari menjauh dari sumber api, menuju titik kumpul yang telah ditentukan, membunyikan sirene atau alat peringatan apabila tersedia, serta berteriak “api… api…” untuk meminta pertolongan apabila kebakaran terjadi di rumah.

Selain teori, Kak Rizky juga mengenalkan Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan petugas pemadam kebakaran. Para siswa diperlihatkan setiap bagian APD beserta fungsinya, mulai dari helm, pakaian tahan panas, sarung tangan, hingga sepatu khusus yang melindungi petugas saat menjalankan tugas penyelamatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai peralatan pemadam kebakaran yang biasa digunakan di lapangan. Petugas kemudian mendemonstrasikan teknik memadamkan api menggunakan karung goni basah, alat pemukul api (ampar), serta semburan air bertekanan tinggi dari selang mobil pemadam kebakaran.

Pada sesi praktik, siswa diberi kesempatan mencoba memadamkan api secara langsung di bawah pendampingan petugas sehingga mereka memperoleh pengalaman nyata dalam melakukan penanganan awal kebakaran secara aman.

Perwakilan DPKP Kota Surabaya, Hariyanto, menyampaikan bahwa edukasi mitigasi kebakaran perlu diberikan sejak usia sekolah dasar agar anak-anak memiliki kesadaran dan keberanian mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

“Anak-anak tidak harus menjadi pemadam kebakaran, tetapi mereka harus tahu bagaimana menyelamatkan diri dan orang lain. Yang terpenting adalah jangan panik, segera menjauh dari sumber api, cari tempat yang aman, dan segera meminta bantuan orang dewasa atau menghubungi layanan darurat 112. Pengetahuan sederhana seperti ini dapat menyelamatkan banyak nyawa,” jelas Hariyanto.

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 11 Surabaya terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang bermakna melalui kolaborasi dengan berbagai instansi. Edukasi mitigasi kebakaran menjadi salah satu upaya sekolah dalam membentuk generasi yang cerdas, peduli, tangguh, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat sebagai bekal kehidupan di masa mendatang. (Isti/Fikri)

Tinggalkan komentar