Gandeng Bidan dan Kader, Mahasiswa KKN Umsura Kelompok 3 Dampingi Posyandu Lansia di Kedungsoko Nganjuk

Nganjuk, syiarmu.com — Layanan kesehatan bagi warga lanjut usia (lansia) di Desa Kedungsoko, Kecamatan Sukomoro, mendapat dorongan energi baru pada Sabtu (11/7/2026) lalu. Bertempat di halaman rumah Kepala Desa, para lansia berkumpul untuk mengikuti kegiatan rutin Posyandu yang kali ini diselenggarakan secara gotong royong oleh Kader Posyandu, Bidan Desa, serta mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) dari Kelompok 3.

Sejak pukul 08.00 WIB, suasana sudah terlihat hidup. Namun, ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Alur pemeriksaan kesehatan ditata sedemikian rupa agar cepat dan merata. Para kader, bidan, dan mahasiswa kesehatan dari Kelompok 3 berbagi tugas secara rapi di meja pemeriksaan awal. Secara bergiliran, para lansia dicek tinggi dan berat badannya, lalu diukur tekanan darah serta kadar gula darahnya untuk memastikan kondisi fisik mereka terpantau dengan akurat.

Penyakit darah tinggi (hipertensi) sering kali menjadi ancaman diam-diam bagi warga usia lanjut di perdesaan. Untuk menyiasati hal ini, Kelompok 3 tidak hanya membantu sekadar mendata, tetapi juga membawa kegiatan tambahan yang langsung menyentuh kebiasaan sehari-hari para lansia.

Sebelum pemeriksaan dimulai, mahasiswa memandu senam anti-hipertensi. Gerakannya sederhana dan santai, sengaja dirancang agar jantung para lansia tetap bugar tanpa membuat mereka kelelahan.

Bagian yang paling menarik justru terjadi setelah pemeriksaan darah. Mahasiswa Fakultas Kedokteran dari Kelompok 3 membuka sesi bincang-bincang empat mata dengan para lansia. Alih-alih menceramahi dengan bahasa medis yang kaku, mereka menjelaskan hasil tensi darah seperti sedang mengobrol dengan kakek atau nenek sendiri. Penjelasan mengenai pentingnya mengurangi garam, mengelola pikiran agar tidak stres, hingga aturan minum obat disampaikan secara tatap muka sehingga lebih mudah dimengerti dan diingat oleh warga awam.

Tepat pukul 09.30 WIB, acara yang berjalan lancar ini ditutup dengan sebuah langkah yang cerdas: membagikan susu kedelai kepada seluruh lansia yang hadir.

Susu kedelai ini bukanlah produk sembarangan, melainkan hasil olahan lokal asli dari Desa Kedungsoko. Pembagian ini bukan sekadar buah tangan, melainkan contoh nyata asupan bergizi yang sangat baik untuk menjaga tekanan darah para lansia. Kolaborasi pagi itu membuktikan bahwa merawat kesehatan orang tua di desa bisa dilakukan dengan cara yang hangat, edukasi yang mudah dipahami, dan memanfaatkan kekayaan pangan dari desa itu sendiri. (Kent Muhammad Abiyyu/Fikri)

Tinggalkan komentar