Surabaya, syiarmu.com– Panti Asuhan Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan kembali menyelenggarakan kegiatan Kajian Wali Santri yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) di Aula Panti Asuhan Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan, Jalan Tambak Asri No. 202, Surabaya. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas wali santri serta jajaran pengelola panti.
Kajian Wali Santri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan sebagai sarana mempererat komunikasi antara pengelola panti dengan wali santri sekaligus memperkuat pembinaan spiritual dan karakter.
Selain mengikuti kajian keislaman, pada kesempatan tersebut para santri juga memperoleh bantuan beasiswa pendidikan serta paket sembako sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan serta kesejahteraan keluarga santri.


Pada edisi kali ini, kajian menghadirkan Dr. Izza Anshory, S.T., M.T., Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PCM Krembangan, yang menyampaikan materi bertema “Man Jadda Wajada”, sebuah ungkapan yang bermakna “siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil.”
Dalam pemaparannya, Dr. Izza Anshory menjelaskan bahwa kesuksesan bukanlah sesuatu yang datang secara instan, melainkan buah dari proses panjang yang ditempuh dengan kesungguhan, kerja keras, kedisiplinan, kesabaran, dan doa kepada Allah SWT. Semangat Man Jadda Wajada harus menjadi prinsip hidup setiap muslim, khususnya para santri yang sedang menempuh pendidikan dan mempersiapkan masa depan.
“Man Jadda Wajada bukan sekadar slogan motivasi, tetapi merupakan nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kesuksesan lahir dari kesungguhan, ikhtiar yang maksimal, disiplin, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi ujian. Setiap anak memiliki peluang untuk berhasil apabila terus belajar, memperbaiki diri, dan senantiasa menggantungkan harapan kepada Allah SWT,” ujar Dr. Izza Anshory.

Beliau juga menegaskan bahwa keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh karakter yang kuat. Oleh karena itu, sinergi antara orang tua, pengelola panti, dan lingkungan pendidikan menjadi faktor penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, mandiri, serta memiliki daya juang yang tinggi.
“Anak-anak membutuhkan teladan, dukungan, dan doa dari orang tua maupun para pengasuh. Ketika lingkungan mampu menanamkan semangat belajar, kejujuran, tanggung jawab, dan pantang menyerah, insyaallah mereka akan tumbuh menjadi generasi yang membanggakan umat dan bangsa,” tambahnya.
Melalui kegiatan rutin ini, Panti Asuhan Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan berharap dapat terus memperkuat sinergi antara pengelola dan wali santri dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki semangat pantang menyerah sebagaimana pesan yang terkandung dalam tema Man Jadda Wajada.
Diharapkan pula bantuan beasiswa pendidikan dan paket sembako yang diberikan dapat meringankan beban para santri sekaligus menjadi penyemangat untuk terus menempuh pendidikan dan meraih cita-cita. (Kiyadah/Fikri)
