PROBOLINGGO, syiarmu.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 14 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) Tahun 2026 mengikuti kegiatan belajar sekaligus membantu proses produksi garam rakyat di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan yang berlangsung mulai 12 Juli 2026, sejak pengisian tambak dengan air laut hingga panen garam pada 29 Juli 2026 ini bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa mengenai proses produksi garam tradisional sekaligus mengenalkan potensi unggulan Desa Kalibuntu sebagai salah satu daerah penghasil garam.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa didampingi oleh petani garam setempat untuk mempelajari setiap tahapan pembuatan garam secara alami. Proses pembelajaran dimulai dari pengenalan sistem irigasi air laut menuju tambak kristalisasi, cara mengukur berat jenis air laut sebagai penentu kesiapan proses produksi, hingga praktik langsung membantu menyerok garam saat proses panen. Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa dapat memahami secara langsung teknik produksi garam rakyat yang masih mempertahankan metode tradisional.

Salah seorang petani garam menjelaskan bahwa garam memiliki banyak manfaat sehingga permintaan pasar terhadap komoditas tersebut selalu ada. “Garam bukan hanya untuk kebutuhan dapur, tetapi juga dipakai untuk pembuatan bata merah, campuran minuman ternak sapi, mengawetkan ikan, membasmi hama, bahkan ada masyarakat yang percaya garam bisa membantu mengatasi demam,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kondisi cuaca menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi garam. “Kalau cuaca panas, garam bisa dipanen setiap tiga sampai empat hari. Tapi kalau sudah mendung, garam harus segera diangkat karena bisa larut kembali menjadi air garam,” tambahnya.


Selain memperoleh pengetahuan mengenai teknik produksi garam, mahasiswa juga dapat menyaksikan secara langsung tantangan yang dihadapi para petani dalam menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen yang sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya alam serta ketekunan masyarakat pesisir dalam mempertahankan mata pencaharian mereka.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan yang memperkaya wawasan mengenai proses produksi garam tradisional sekaligus memahami kerja keras para petani dalam memanfaatkan potensi alam Desa Kalibuntu.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis masyarakat yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap sektor garam sebagai salah satu komoditas unggulan yang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir di Kabupaten Probolinggo. (Tim KKN 14/Fikri)
