Edukasi Kesehatan Reproduksi Sejak Dini, Mahasiswa KKN Umsura Dobrak Stigma Tabu di SDN 2 Kedungsoko

NGANJUK, syiarmu.com — Membicarakan organ reproduksi di kalangan anak usia Sekolah Dasar sering kali masih terbentur dinding tabu dan rasa canggung. Padahal, pemahaman ilmiah mengenai perubahan tubuh sangat krusial sebagai fondasi masa pubertas anak. Mendobrak stigma tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya Kelompok 3 menggelar kelas edukasi anatomi dan kesehatan reproduksi bagi siswa kelas 5 dan 6 di SDN 2 Kedungsoko pada Rabu (22/7/2026) lalu.

Berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tepat setelah jam istirahat pertama, kegiatan ini dirancang dengan pendekatan yang sangat hati-hati. Untuk memastikan kenyamanan dan ruang aman bagi siswa dalam bertanya, panitia membagi peserta menjadi dua kelas terpisah berdasarkan gender; kelas khusus laki-laki dan kelas khusus perempuan.

Langkah lainnya adalah menempatkan anggota KKN yang memiliki latar belakang pendidikan kedokteran umum dan kesehatan sebagai pemateri utama. Dengan begitu, penyampaian materi dipastikan bersifat saintifik, akurat secara medis, dan jauh dari kesan pornografi.

Rangkaian kelas dibuka dengan doa bersama, disusul dengan sesi pre-test untuk mengukur sejauh mana pengetahuan dasar siswa mengenai tubuh mereka sendiri. Memasuki sesi inti, mahasiswa KKN memanfaatkan alat peraga interaktif berupa diagram anatomi organ reproduksi untuk masing-masing gender.

Di kelas laki-laki, para siswa diedukasi mengenai fase pubertas yang umumnya terjadi pada usia 9 hingga 14 tahun. Mahasiswa menjelaskan secara gamblang namun ramah anak mengenai perubahan fisik seperti tumbuhnya jakun dan perubahan suara, hingga penjelasan ilmiah mengenai fenomena “mimpi basah” yang menandakan berfungsinya sistem reproduksi. Mereka juga dibekali pengetahuan kebersihan mendasar, seperti pentingnya menjaga area kemaluan tetap kering dan anjuran mengenai sirkumsisi (sunat).

Sementara itu di kelas perempuan, materi difokuskan pada kesiapan menghadapi masa pubertas dan menstruasi. Pemateri menekankan pentingnya menjaga kebersihan saat haid, termasuk edukasi esensial mengenai kedisiplinan mengganti pembalut setiap 3 hingga 4 jam sekali atau ketika sudah terasa penuh. Para siswi juga diajarkan prinsip perlindungan diri, selaras dengan slogan materi mereka: “Tubuhku Berharga, Aku Menjaganya dengan Baik”.

Setelah materi yang disampaikan, pemahaman siswa kembali diuji melalui post-test. Suasana kelas yang awalnya diwarnai rasa malu-malu dan canggung perlahan mencair ketika memasuki sesi tanya-jawab.

Untuk memantik keberanian, mahasiswa KKN telah menyiapkan sistem penghargaan. Setiap siswa-siswi kelas 5 dan 6 yang berani mengangkat tangan dan mampu menjawab atau bertanya dengan tepat langsung diberikan hadiah oleh pemateri. Strategi apresiasi ini terbukti ampuh mendobrak kebisuan, membuat anak-anak menjadi sangat antusias mengonfirmasi keingintahuan mereka tentang perubahan tubuhnya.

Menjelang akhir acara, kegiatan edukasi ini ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh keceriaan. Melalui kelas interaktif ini, Kelompok 3 ingin menanamkan kesadaran dini agar anak-anak Kedungsoko mampu menjaga kebersihan reproduksinya, mendeteksi kelainan sejak awal, dan yang terpenting, tidak lagi merasa tabu dengan tubuh mereka sendiri. (Tim KKN 3/Fikri)

Tinggalkan komentar