Surabaya, syiarmu.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegalsari menyelenggarakan Kajian “Sang Surya” secara khidmat di Masjid Sholeh Kaliasin, Jl. Kaliasin Gg. VIII/9 Surabaya, Ahad (20/9/2026). Acara yang dimulai pukul 06.00 WIB ini menghadirkan Ketua LPCR-PM PWM Jatim, Ust. Dr. Hasan Ubaidillah, M.M., dengan mengusung tema strategis “Menyiapkan Generasi Cerdas, Mandiri, dan Berakhlak di Era Disrupsi”.
Dalam pencerahannya, jemaah diajak untuk bermuhasabah mengenai amanah pengasuhan anak berdasarkan petunjuk Al-Qur’an. Kajian ini menguraikan empat tipe anak yang dapat hadir dalam kehidupan keluarga:
- Anak Sebagai Musuh (Aduwwun): Sesuai QS. At-Taghabun ayat 14, yaitu anak yang menghalangi ketaatan kepada Allah dan memusuhi dakwah. Orang tua diimbau untuk berhati-hati, mendidik dengan tegas, serta berlembut dalam dakwah keluarga.
- Anak Sebagai Ujian (Fitnatun): Merujuk QS. At-Taghabun ayat 15 dan Al-Anfal ayat 28, di mana orang tua diuji melalui pergaulan, kesehatan, maupun kondisi ekonomi. Kunci utamanya adalah bersabar dan tetap istiqomah di jalan dakwah.
- Anak Sebagai Perhiasan (Zinatun): Berdasarkan QS. Al-Kahfi ayat 46, prestasi dan kebanggaan duniawi anak perlu dibingkai dengan nilai-nilai akhirat melalui pendidikan Islam.
- Anak Sebagai Penyejuk Mata (Qurrata A’yun): Puncak harapan keluarga Muslim sebagaimana QS. Al-Furqan ayat 74, yaitu melahirkan anak yang taat, berbakti, dan menjadi pemimpin orang-orang bertakwa.


Untuk mencetak generasi Qurrata A’yun, ditekankan empat kunci utama ala keluarga Muhammadiyah:
Doa: Mendoakan anak secara konsisten meneladani Nabi Ibrahim AS.
Teladan: Menunjukkan contoh nyata dari orang tua dalam memakmurkan masjid.
Lingkungan: Menempatkan anak di ekosistem Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) seperti TK ABA, SD/MI Muhammadiyah, dan SMP Muhammadiyah.
Kaderisasi Sejak Dini: Melibatkan anak secara aktif dalam kegiatan persyarikatan seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Sebagai wujud nyata ikhtiar kaderisasi, rangkaian acara diwarnai dengan penyerahan simbolis Kopiah Muhammadiyah oleh IPM SMP Muhammadiyah 3 Surabaya kepada Ketua PCM Tegalsari dan sembilan Ketua Takmir Masjid se-Tegalsari. Penyerahan kopiah ini menjadi simbol identitas, militansi, dan keberlanjutan estafet perjuangan.
Arief Himawan, M.Pd., menyampaikan harapan besarnya terkait momentum tersebut:

“Harapan besar kami, dari Masjid Sholeh inilah lahir kader-kader muda pelanjut perjuangan Muhammadiyah Tegalsari. IPM SMP Muhammadiyah 3 Surabaya hari ini membagikan kopiah, kelak merekalah yang akan memakai jas PCM, menjadi Ketua Takmir, dan memakmurkan masjid-masjid Muhammadiyah kita. Mari kita jaga Tegalsari tetap Surya menyinari.”
Kajian diakhiri dengan doa bersama agar seluruh anak keturunan jemaah dijadikan oleh Allah SWT sebagai Qurrata A’yun, penyejuk mata di dunia sekaligus penolong di akhirat. (Arief/Fikri)
