Modernisasi Pertanian Bawang: KKN Kelompok 5 Umsura Pasang Sistem Irigasi Pintar Berbasis IoT di Sawah Desa Pandean

Nganjuk, syiarmu.com– Dalam upaya mendukung efisiensi pengelolaan lahan pertanian dan mendorong efisiensi sektor agraris, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 5 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) resmi memasang dan menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa sistem irigasi cerdas berbasis Internet of Things (IoT) di area persawahan Desa Pandean, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.

Pemasangan sistem pintar ini dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026) dan dirancang khusus untuk membantu para petani, khususnya komoditas bawang merah, dalam memantau kualitas serta kecukupan air sawah secara akurat dan otomatis.

Perangkat IoT yang ditempatkan di jalur irigasi persawahan ini dilengkapi dengan berbagai modul sensor canggih, seperti sensor ketinggian air (water level), sensor kualitas air (pH dan kekeruhan), serta mikrokontroler sebagai pusat pengontrol aliran air.

Proses perakitan, kalibrasi, hingga pemasangan alat di lapangan dilakukan langsung oleh mahasiswa KKN dengan didampingi para anggota Kelompok Tani setempat.

Melalui pendampingan ini, para petani diajak memahami alur kerja alat sehingga ke depannya dapat mengoperasikan serta merawat sistem tersebut secara mandiri.

Penerapan teknologi modern di area persawahan ini mendapat tanggapan sangat positif dari Kepala Dusun Sumbersari, Puji Santosa. Kehadiran alat IoT ini dinilai memberikan kepraktisan dan kemudahan nyata bagi warga karena pengairan sawah kini bisa dipantau dan diatur secara otomatis tanpa harus bolak-balik ke lahan.

“Inovasi dari adik-adik KKN UMSURA ini bener-bener membantu dan mempermudah petani di sini. Sekarang atur air sawah jadi lebih praktis, bahkan bisa dipantau dan dikontrol langsung dari rumah tanpa harus tiap saat datang ke sawah. Harapannya hasil panen bawang warga bisa makin maksimal,” ujar Kepala Dusun Sumbersari, Puji Santosa.

Melalui implementasi sistem irigasi berbasis IoT ini, KKN Kelompok 5 UMSURA berharap pengelolaan air persawahan di Desa Pandean menjadi lebih efektif dan efisien, sekaligus dapat memicu minat generasi muda untuk ikut serta memajukan sektor pertanian modern. (Aditya Rahman/Fikri)

Tinggalkan komentar