Surabaya, syiarmu.com – Pentas Seni Santri Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) KH. Achmad Dahlan Surabaya berlangsung meriah pada Sabtu (22/8/2026) malam.
Kegiatan yang digelar di Panti Asuhan Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan, Jalan Tambak Asri No. 202 Surabaya, tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengembangkan bakat dan potensi yang mereka miliki.
Berbagai penampilan kreatif santri disuguhkan di hadapan para pengelola panti, panitia, serta tamu undangan. Acara diawali dengan penampilan Tapak Suci yang menampilkan ketangkasan dan semangat para santri.

Setelah itu, suasana semakin semarak dengan penampilan drama Kokosan. Para santri menunjukkan kemampuan seni peran dengan penuh percaya diri sehingga mampu menghibur para penonton.
Rangkaian pentas seni kemudian ditutup dengan penampilan musik perkusi. Tabuhan ritmis yang dimainkan para santri menambah semarak suasana dan mendapatkan antusiasme dari para hadirin.
Selain pentas seni, kegiatan juga diisi dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang telah dilaksanakan pada pekan sebelumnya.


Pembagian hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi atas semangat dan partisipasi para santri dalam mengikuti berbagai kegiatan. Momen ini sekaligus memberikan motivasi kepada para santri untuk terus mengembangkan potensi, kreativitas, dan keberanian mereka.
Ketua panitia, Galang Satria, menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras dari awal persiapan hingga acara ini selesai. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan meriah,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan kebersamaan seluruh pihak yang terlibat.
Perwakilan Pengelola Panti Asuhan Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan, Ustadz Dzulfikar, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pentas seni tersebut.
Ia mengapresiasi kreativitas dan keberanian para santri dalam menampilkan berbagai pertunjukan. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting sebagai sarana bagi santri untuk belajar tampil di depan umum, bekerja sama, serta mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Imam Muttaqin. Setelah doa, seluruh peserta dan panitia melakukan sesi foto bersama yang dilanjutkan dengan makan bersama.
Pentas seni tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi para santri dan hadirin, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta memberikan ruang bagi santri dalam mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri. (Kiyadah/Fikri)
