Bukan Sekadar Main, KKN MAs 93 Ajak Siswa SMPN 5 Karangploso Rawat Permainan Tradisional

Malang, syiarmu.com — Di tengah kebiasaan anak-anak yang semakin akrab dengan gawai dan media sosial, mahasiswa KKN MAs Kelompok 93 dari Program Studi Pendidikan Olahraga menghadirkan cara berbeda untuk mengajak generasi muda kembali mengenal permainan tradisional. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama siswa Kelas VII A SMP Negeri 5 Karangploso melalui pembelajaran dan praktik berbagai permainan tradisional.

Kegiatan ini tidak sekadar mengajak siswa bermain. Mahasiswa KKN MAs Kelompok 93 berupaya mengenalkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari budaya yang perlu dijaga agar tidak hilang di tengah perkembangan teknologi. Para siswa diajak untuk memahami aturan permainan sekaligus langsung mempraktikkannya.

Pengenalan permainan dimulai dengan memberikan teori terlebih dahulu. Selanjutnya praktik permainan Gobak Sodor atau Galasin dipilih karena permainan ini tidak memerlukan alat peraga dan mudah dilakukan. Permainan ini juga melatih kerjasama dan strategi, meningkatkan kebugaran fisik, menstimulasi kognitif dan pengambilan keputusan, dan mempererat sosialisasi.

Bagi Taufik, Kelompok 93 KKN MAs 2026 dari Program Studi Pendidikan Olahraga, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang mereka miliki sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa. Pendekatan dilakukan melalui aktivitas yang interaktif sehingga siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi terlibat langsung dalam permainan.

“Olahraga tradisional merupakan olahraga yang diwariskan secara turun menurun oleh leluhur dan kita sebagai penerus harus menjaga dan tetap memperkenalkan olahraga tradisional, karena ketika kita berhenti memperkenalkan dan memainkannya, olahraga tradisional akan tersingkirkan dengan kecanggihan gadget, secara perlahan olahraga tradisional akan perlahan menghilang dan menjadi sebuah cerita. Di samping itu olahraga tradisional tidak hanya bertujuan untuk kebugaran fisik, tetapi juga mengandung nilai sosial, budaya, kerjasama, sportivitas dan pelestarian identitas wilayah. Saya berharap kepada siswa agar permainan tradisional harus tetap dilestarikan agar anak- anak dimasa depan masih memainkan olahraga tradisional” Taufik, Mahasiswa Pelaksana Program Kerja.

Kehadiran mahasiswa KKN MAs Kelompok 93 juga membawa pesan bahwa kemajuan teknologi tidak harus membuat permainan tradisional ditinggalkan. Justru, permainan tradisional dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih menarik dan sesuai dengan dunia anak-anak saat ini.

Melalui kegiatan di SMP Negeri 5 Karangploso, KKN MAS Kelompok 93 berharap siswa tidak hanya mengenal permainan tradisional, tetapi juga memiliki keinginan untuk memainkannya kembali di lingkungan sekolah maupun bersama teman-teman di luar kegiatan pembelajaran.

“Anak-anak sangat senang dengan adanya permainan tradisional ini, apalagi beberapa dari mereka baru pertama kali bermain gobak sodor. Kegiatan seperti ini sangat relevan karena permainan tradisional memang menjadi bagian dari kurikulum. Ke depannya, permainan tradisional ini sangat bagus dijadikan sebagai kegiatan pemanasan sebelum masuk ke materi inti, sehingga siswa mendapatkan keduanya: kelestarian budaya dapat, materi utama pelajaran pun tuntas,” ujar Pak Wahyu, Guru Mata Pelajaran PJOK SMPN 5 Karangplsoso.

Di sisi lain, pihak sekolah juga memberikan evaluasi konstruktif terkait pengkondisian siswa selama kegiatan luar ruangan. Ke depannya, skema pendampingan akan ditingkatkan agar siswa yang sedang tidak bertanding dapat tetap berada di area permainan untuk memberikan dukungan kepada rekannya, sehingga suasana belajar kelompok tetap kondusif dan saling mendukung.

Di saat layar semakin dekat dengan kehidupan anak-anak, KKN MAs 2026 Kelompok 93 memilih mengajak mereka kembali bergerak, bermain bersama, dan mengenal warisan permainan yang hampir terlupakan. Karena menjaga permainan tradisional bukan hanya tentang mempertahankan sebuah permainan, tetapi juga menjaga nilai kebersamaan yang ada di dalamnya. (Tim KKN 93/Fikri)

Tinggalkan komentar