Surabaya, syiarmu.com – Panggung megah Convention Hall Pemerintah Kota Surabaya menjadi ruang kreativitas terbuka bagi ratusan inovator cilik se-Kota Pahlawan pada Selasa (29/9/2026). Mengusung tema besar “Sampah Rumahku, Karya Ceriaku”, ajang tahunan Lomba Asah Terampil Jenjang PAUD Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya ini menantang kemandirian serta ketangkasan motorik anak-anak usia dini melalui pemanfaatan limbah rumah tangga secara langsung di lokasi acara (on the spot).
Di antara deretan peserta yang memadati ruangan, delegasi dari KB Aisyiyah 05 dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 04 Surabaya turut mencuri perhatian lewat kekompakan mereka. Mengenakan seragam khas sekolah, anak-anak ini tampil penuh semangat dan percaya diri mengikuti jalannya perlombaan sejak awal hingga akhir acara.

Meskipun dalam kompetisi kali ini mereka belum berhasil membawa pulang trofi juara, kontribusi dan keseriusan yang ditunjukkan oleh para siswa cilik ini menuai apresiasi positif dari tim penilai.
Bukan sekadar aktivitas lomba biasa, perlombaan kali ini menuntut konsentrasi tinggi untuk merakit berbagai barang bekas anorganik rumah tangga. Melalui kreativitas jari-jemari kecil mereka, jajaran benda yang kerap dianggap sampah seperti kardus makanan ringan, botol plastik bekas air mineral, sedotan, hingga tumpukan tutup botol berwarna-warni berhasil disulap menjadi sebuah maket lingkungan hidup bermakna edukasi.
Pemanfaatan sisa kemasan saset makanan ringan yang mengilat juga diaplikasikan secara cerdas untuk memberikan variasi tekstur dan warna menghasilkan karya baru.

Kerja sama yang selaras antara anak didik, guru pendamping, serta dukungan orang tua dari rumah terbukti melahirkan atmosfer harmoni yang luar biasa selama proses pengerjaan karya yang memakan waktu 3 jam pengerjaan.
Jalannya kompetisi ini juga mendapat perhatian langsung dari Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, S.Farm., Apt.
Beliau menegaskan pentingnya proses pembentukan karakter anak melalui ruang-ruang kreativitas terukur seperti perlombaan ini.
“Pendidikan karakter sejak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi masa depan Kota Surabaya. Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana anak-anak kita belajar berani tampil, percaya diri, dan mampu mengasah kreativitas serta ketangkasan motorik mereka secara langsung di lapangan,” ujar Bunda PAUD Rini Indriyani.
Bagi lembaga pendidikan Aisyiyah, keikutsertaan dalam ajang bergengsi tingkat kota ini dinilai jauh lebih berharga daripada sekadar urusan menang atau kalah di atas kertas. Fokus utama sekolah terletak pada proses melatih kemandirian emosional dan motorik halus anak ketika berhadapan dengan lingkungan baru di luar kelas.

Saat tim panitia dan dewan juri berkeliling ke area lomba untuk melakukan penilaian langsung terhadap proses pengerjaan karya, para perwakilan dari KB Aisyiyah 05 dan TK ABA 04 Surabaya mampu menunjukkan ketenangan serta kerja sama tim yang baik.
Ketangkasan mereka dalam merangkai bahan daur ulang di bawah pengawasan juri menjadi bukti nyata dari terbentuknya mental pembelajar yang kuat sejak dini.
“Bisa berdiri bersanding di tingkat kota bersama ratusan PAUD terbaik dari berbagai wilayah di Surabaya adalah sebuah kehormatan dan pengalaman berharga bagi kami. Karakter berani mencoba dan kepedulian lingkungan yang ditunjukkan anak-anak hari ini adalah esensi piala berharga yang sesungguhnya kami bawa pulang ke sekolah,” ungkap Nila Kartikasari, S.Pd., CCLS, CTRS, CCHS. selaku guru pendamping dengan rasa bangga. (Nila/Fikri)
