Surabaya, syiarmu.com – Semangat peduli lingkungan ditanamkan sejak dini. Sebanyak 250 tim dari Kelompok Bermain, PAUD, TK, Raudhatul Athfal (RA), dan Pos PAUD Terpadu (PPT) se-Kota Surabaya beradu kreativitas dalam ajang Lomba Asah Terampil PAUD dengan tema “Sampah Rumahku, Karya Ceriaku”.
Kegiatan kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya bersama Tunas Hijau yang fokus pada pendidikan pelestarian lingkungan hidup ini digelar pada Selasa (20/9/2026) pukul 08.00 – 12.00 WIB, bertempat di Convention Hall Pemerintah Kota Surabaya, Jalan Arief Rachman Hakim No. 131.
Lomba ini bertujuan untuk membangun kepedulian lingkungan sejak dini, mengasah keterampilan motorik halus, serta menumbuhkan rasa percaya diri anak melalui pemanfaatan barang bekas menjadi karya seni bernilai guna.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah tim dari TK Aisyiyah Bustanul Athfal 04 Surabaya. Tim ini diwakili oleh dua bintang kecil, Aquila An Najwa Aly dan Salwa Aadhisri Maheswari, didampingi guru pendamping Bunda Nuraini, S.Pd.
Dengan penuh antusias, Aquila dan Salwa menyulap tumpukan botol plastik bekas dan kardus bekas menjadi sebuah miniatur “Kebun Binatang” yang ceria. Dari tangan mungil mereka lahir tiga satwa menggemaskan: jerapah tinggi berleher kardus, singa bersurai tutup botol, dan gajah berbadan botol bekas. Semua karya tersebut dibuat langsung secara kolaboratif oleh Salwa, Aquila, dan Bunda Nuraini di lokasi lomba.


Ajang ini mendapat dukungan penuh dari Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, S.Farm., Apt., yang hadir langsung memberikan semangat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi tinggi.
“Bangga sekali saya dengan kalian, Anak-anakku semua yang sudah berani dan menunjukkan kepercayaan diri dalam mengasah keterampilan dan kreativitas,” ujar Rini Indriyani di hadapan peserta.
Meski pada kesempatan kali ini tim TK Aisyiyah Bustanul Athfal 04 belum berhasil membawa pulang piala juara, pengalaman yang didapat jauh lebih berharga.

Bunda Nuraini, selaku guru pendamping, mengungkapkan rasa syukurnya. Menurutnya, lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah belajar yang komprehensif.
“Dengan adanya lomba tadi, saya mendapatkan pengalaman dalam mengasah keterampilan dan kreativitas sebagai pendidik. Yang paling penting adalah silaturahmi dengan para pendidik PAUD se-Kota Surabaya, sehingga bisa berbagi ide kreativitas yang bisa dipakai di sekolah,” jelas Bunda Nuraini.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keikutsertaan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 04 yang dikenal sebagai Sekolah Entrepreneur Cilik ini adalah bagian dari komitmen sekolah.
“Bagi kami, lomba adalah media untuk mengasah kemampuan anak didik. Sesuai dengan jati diri kami sebagai sekolah entrepreneur, kami ingin membekali anak-anak sejak dini bahwa keterampilan mengubah sampah menjadi karya seni adalah bekal wirausaha yang kreatif, mandiri, dan peduli bumi,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa sampah bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah karya ceria. (Winda/Fikri)
