Surabaya, syiarmu.com – SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) menggelar program perdana MuhlaS Boarding Class (MBC) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat–Sabtu, 30–31 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti 98 siswa putra dan putri ini menjadi langkah nyata sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an, serta menanamkan nilai-nilai kepesantrenan kepada peserta didik.
Mengusung tema “Menguatkan Hafalan, Mendalami Pemahaman, Meneguhkan Adab dan Kepribadian Santri”, kegiatan berlangsung selama dua hari satu malam dengan rangkaian aktivitas yang dirancang secara terpadu. Tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik dan keagamaan, MBC juga menjadi ruang pembelajaran untuk membangun kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala SD Muhlas, Mursiah, M.Pd., menyampaikan bahwa 98 siswa yang berkesempatan mengikuti program perdana MBC merupakan anak-anak yang patut bersyukur. Pasalnya, banyak siswa lainnya, termasuk siswa di luar kelas Tahfidz, yang juga berminat dan telah mendaftarkan diri, tetapi belum seluruhnya dapat terakomodasi.
Ia mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, program MBC bukan sekadar kegiatan menginap bersama, melainkan kesempatan untuk memperoleh pengalaman belajar, memperkuat hafalan Al-Qur’an, memperdalam pemahaman agama, serta membentuk adab dan kepribadian sebagai seorang santri.

Pada kesempatan tersebut, Mursiah juga memperkenalkan rencana pengembangan program MBC dengan konsep boarding atau menginap secara berkelanjutan yang akan dimulai pada Tahun Ajaran 2027/2028. Pada tahap awal, program ini direncanakan khusus bagi 20 santri putra terpilih.
Ia menjelaskan bahwa siswa putra kelas IV dan V memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri dan mengikuti program tersebut. Selain mendapatkan pengalaman uji coba kehidupan di lingkungan pesantren, para santri nantinya akan memperoleh fasilitas penunjang yang dirancang untuk memberikan kenyamanan sekaligus mendukung proses pembelajaran.
Fasilitas tersebut meliputi tempat tidur yang nyaman, menu makanan terencana, layanan laundry, sarana olahraga, serta pembinaan berbagai bidang kompetensi. Selain penguatan keislaman, para santri juga akan mendapatkan pembinaan bahasa Arab, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Sains.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat siang dengan registrasi peserta, dilanjutkan salat Asar berjamaah, pembukaan, dan orientasi MBC yang disampaikan Ustaz Ahmad Mujaddid. Pada sesi tersebut, peserta mendapatkan pengarahan kepala sekolah serta penguatan komitmen belajar melalui kontrak belajar sebagai santri MBC.
Selanjutnya, peserta mengikuti halaqah ziyadah hafalan Al-Qur’an bersama Tim Tahfidz. Kegiatan berlanjut dengan pembiasaan hidup bersih, salat Magrib dan Isya berjamaah, serta halaqah kepesantrenan yang membahas materi “Adab dan Kemandirian Menjadi Santri” bersama Ustaz Jauhar Fuadi.
Pada malam harinya, peserta kembali mengikuti kajian Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah yang disampaikan Ustaz Ahmad Mujaddid. Materi kajian mengangkat tema “Memahami Takbiratul Ihram dan Ruku’ Sesuai Tuntunan Rasulullah”. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan halaqah ziyadah hafalan Al-Qur’an dan koreksi bacaan sebelum peserta beristirahat.
Memasuki Sabtu dini hari, suasana pesantren semakin terasa melalui kegiatan qiyamul lail, salat Subuh berjamaah, dan kultum Subuh. Salah satu agenda menarik adalah halaqah hadis yang membahas nilai-nilai niat, berkata baik, kasih sayang, serta berbakti kepada orang tua dan guru. Pada sesi ini, santri juga mendapatkan kesempatan menyampaikan kultum sebagai bentuk latihan keberanian dan keterampilan berbicara di depan umum.

Setelah piket asrama, sarapan, dan salat Duha, peserta mengikuti kegiatan tadabbur Huffadz. Mereka kemudian berkunjung ke STITKI Ar Rahmah untuk mengikuti room tour dan mengenal lebih dekat lingkungan perguruan tinggi bersama mahasiswa setempat.
Pengalaman tersebut dilanjutkan dengan halaqah proyek santri berkarakter. Dalam sesi ini, seluruh peserta berkolaborasi menyusun komitmen amalan, membuat poster adab, dan mempresentasikan hasil diskusi. Kegiatan ini diharapkan mampu mengubah nilai-nilai yang dipelajari menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Menjelang penutupan, peserta kembali mengikuti halaqah ziyadah hafalan Al-Qur’an, salat Zuhur berjamaah, serta refleksi kegiatan bersama Ustaz Ahmad Mujaddid. Seluruh rangkaian ditutup dengan persiapan kepulangan peserta pada Sabtu siang.
Program perdana MBC ini menjadi salah satu ikhtiar SD Muhlas dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menekankan pencapaian prestasi, tetapi juga membangun kepribadian Islami. Melalui pengalaman belajar dalam suasana boarding, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang memiliki hafalan kuat, pemahaman agama yang baik, akhlak mulia, serta kemandirian dalam menjalankan tanggung jawab.
Dengan terselenggaranya program perdana ini, SD Muhlas semakin meneguhkan komitmennya menghadirkan karakter pendidikan unggul yang memadukan kekuatan akademik, keislaman, dan pembentukan. (Mursiah/Fikri)
