Surabaya, syiarmu.com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya menggelar puncak peringatan milad ke-113 Muhammadiyah secara meriah. Mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, acara ini dipusatkan di Lagoon Venue Mall Surabaya dan berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu, 29–30 November 2025.
Acara tahunan ini menjadi ajang konsolidasi dan silaturahmi akbar bagi seluruh unsur organisasi otonom (ortom), warga persyarikatan, kader, simpatisan, serta masyarakat umum, yang tumpah ruah sejak pembukaan pada Sabtu pagi, pukul 10.00.
Acara dibuka secara resmi pada Sabtu (29/11/2025) dengan prosesi yang khidmat, diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, disusul dengan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan Mars “Sang Surya”.

Ketua panitia menyampaikan refleksi mendalam mengenai kiprah organisasi yang telah berdiri lebih dari satu abad. Penekanan diberikan pada peran sentral Muhammadiyah dalam menegakkan nilai Islam Berkemajuan melalui berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dakwah sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Alhamdulillah, puji syukur atas kehadirat Allah SWT. Pada kesempatan pagi hari ini kita bisa bersama-sama hadir dalam rangka kegiatan puncak milad ke-113 Muhammadiyah. Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan luar biasa kepada seluruh hadirin,” ujar Ust Ali Fauzi, M.Pd., dalam sambutannya.
Rangkaian Milad ke-113 ini dirancang untuk menampilkan wajah Muhammadiyah yang dinamis dan kontributif. Ada enam agenda utama yang menarik antusiasme tinggi dari pengunjung. Pertama, Festival Stand Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Memamerkan inovasi dan kontribusi nyata AUM dari berbagai bidang.

Kedua, Talkshow Pendidikan dan Dakwah, menghadirkan diskusi inspiratif tentang isu-isu strategis keumatan dan kebangsaan. Ketiga, Pameran Karya dan Inovasi Generasi Muda, menampilkan kreativitas dan potensi pelajar serta mahasiswa Muhammadiyah.
Keempat, Pentas Seni Islami dan Kreativitas Pelajar, wadah ekspresi seni yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Kelima, Bazar Halal Produk UMKM dan Komunitas Persyarikatan, mendorong ekonomi umat dengan memamerkan produk-produk UMKM halal.
Keenam, Layanan Kesehatan Gratis, wujud kepedulian sosial melalui pemeriksaan dan konsultasi kesehatan cuma-cuma bagi masyarakat.
Tingginya minat masyarakat terlihat jelas dari membludaknya jumlah pengunjung yang hadir. Partisipasi aktif dari berbagai elemen—mulai dari guru, pelajar, mahasiswa, hingga kader persyarikatan—menjadi bukti kuat bahwa Milad Muhammadiyah bukan hanya acara internal, tetapi juga perayaan yang dinantikan oleh publik.
Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen Muhammadiyah dalam memajukan dan menyejahterakan bangsa. (Dyah Ayu Lestari/Fikri)
