Surabaya, syiarmu.com – Suasana sore di kawasan Sidotopo Wetan terasa berbeda pada Selasa (10/3/2026). Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema dari sebuah rumah sederhana di Jl. Sidotopo Wetan II/37, rumah keluarga Mahendra Maulana Nugroho. Di tempat inilah, puluhan siswa kelas VI SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) berkumpul dalam kegiatan Tadarus Keliling yang akrab disapa Tadarling sekaligus Buka Bersama.
Didampingi wali kelas dan tim ISMUBA, para siswa duduk melingkar dengan mushaf di tangan. Wajah-wajah mereka tampak khusyuk mengikuti setiap ayat yang dilantunkan. Kegiatan ini menjadi salah satu cara sekolah menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini, sekaligus memaknai hadirnya bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang penuh keberkahan.
Mengusung tema “Ramadan, Saatnya Menumbuhkan Generasi Cinta Al-Qur’an”, kegiatan Tadarling menghadirkan narasumber istimewa, Fauzan Elhasyim, M.Pd, Anggota Majelis Tabligh PWM jawa Timur. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para siswa memahami betapa istimewanya Ramadan bagi umat Islam.

“Ramadan adalah bulan penuh hadiah dari Allah,” tutur Ustadz Fauzan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami anak-anak. Ia menjelaskan bahwa di bulan ini terdapat “paket ampunan” yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Pada siang hari, umat Islam meraihnya melalui ibadah puasa, sementara pada malam hari melalui qiyamul lail.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan tentang keagungan malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan atau setara dengan sekitar 83 tahun ibadah. “Bayangkan, satu malam saja bisa seperti beribadah seumur hidup. Maka jangan sampai kita melewatkannya,” ujarnya, disambut anggukan para siswa.
Selain dikenal sebagai bulan penuh ampunan, Ramadan juga menjadi momen turunnya Al-Qur’an. Karena itu, Ustadz Fauzan mengajak para siswa untuk lebih rajin membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi, pahala membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan dilipatgandakan oleh Allah.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 10 Surabaya, M Khoirul Anam, menyampaikan bahwa kegiatan Tadarus Keliling ini memiliki makna yang istimewa. Selain dilaksanakan di bulan Ramadan, kegiatan ini juga merupakan permintaan langsung dari salah satu siswa, yakni Mahendra Maulana Nugroho.
“Ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an di sekolah, tetapi juga merasakan suasana kebersamaan di rumah teman,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga Mahendra yang telah membuka rumahnya sebagai tempat berlangsungnya kegiatan. “Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah dengan keberkahan, kesehatan, dan pahala yang berlipat ganda,” doanya.
Melalui kegiatan Tadarling ini, sekolah berharap semangat membaca Al-Qur’an tidak hanya hidup di ruang kelas, tetapi juga tumbuh di tengah kehidupan sehari-hari para siswa. Ramadan pun menjadi momentum yang tepat untuk menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mencintai dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. (Afuw Elkhoir/Fikri)
