SURABAYA, SYIARMU.COM – Momentum bulan Syawal 1447 H menjadi sarana memperkuat tali silaturahmi sekaligus memantapkan langkah kolaborasi antarlembaga. Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur melakukan kunjungan hangat ke kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, baru-baru ini.
Pertemuan ini bukan sekadar ajang halal bihalal biasa, melainkan sebuah langkah strategis untuk merumuskan sinergi dalam membentengi anak dan remaja dari paparan radikalisme di Jawa Timur.
Rombongan FKPT Jatim dipimpin langsung oleh Ketua, Prof. Husniyatus Salamah Zainiyati, didampingi jajaran pengurus inti Doni Kusuma, MM (Sekretaris), Prof. Mutimmatul Faidah (Bendahara), Dr. Muhammad Fahmi (Kabid Agama), dan Arie, S.Kom (Kabid Pemuda).

Kehadiran tim FKPT disambut penuh kehangatan oleh Kepala Bakesbangpol Jatim, Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM. Dalam dialog tersebut, Prof. Titik sapaan akrab Prof. Husniyatus memaparkan capaian program tahun 2025 serta rencana kerja tahun 2026.
Di tengah kondisi anggaran yang menantang pada tahun 2026, baik dari alokasi hibah daerah maupun BNPT, FKPT Jatim menegaskan komitmennya untuk tetap bergerak. Prof. Titik menekankan bahwa keterbatasan sumber daya materiil tidak boleh menyurutkan langkah preventif.
“Pendekatan kolaboratif adalah kunci. Upaya pencegahan radikalisme, khususnya di Jawa Timur, memerlukan keterlibatan kolektif, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Eddy Supriyanto mengapresiasi langkah proaktif FKPT. Ia tak menampik bahwa tahun 2026 ini terdapat efisiensi anggaran hibah di lingkungan Pemprov Jatim yang mencapai Rp2,7 triliun.

Hal ini menuntut lembaga mitra untuk lebih kreatif, inovatif, dan adaptif dalam menjalankan program. Sebagai bentuk konkret sinergi, Bakesbangpol Jatim berencana menggelar forum koordinasi lintas sektor pada April 2026. Agenda ini akan melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kominfo, Dinas Sosial, dan FKPT & BNPT.
Forum ini akan membedah fenomena kerentanan generasi muda terhadap ideologi ekstrem yang kian masif di media sosial. Sasarannya jelas, membangun ketahanan ideologi melalui pendekatan edukatif dan kultural, bukan sekadar pendekatan keamanan.
Pertemuan yang diakhiri dengan ramah tamah dan tinjauan fasilitas kantor Bakesbangpol ini memberikan optimisme baru. Meskipun dihadapkan pada tantangan anggaran, semangat “keroyokan” antarinstansi menjadi energi positif untuk menjaga kondusivitas Jawa Timur.
Sinergi antara FKPT dan Bakesbangpol Jatim membuktikan bahwa penguatan ketahanan masyarakat adalah tugas suci yang harus dipikul bersama demi terwujudnya lingkungan yang inklusif, toleran, dan resilien bagi generasi masa depan.(Mediafkptjatim/Fikri)
