Surabaya, syiarmu.com – Tawa riang dan semangat belajar memenuhi ruang kelas 4 Al Hadi SD Muhammadiyah 11 Surabaya pada Jumat (5/6/2026). Melalui program My Parent My Teacher (MPMT) 2026, para siswa mendapatkan kesempatan istimewa belajar langsung dari orang tua yang berprofesi di berbagai bidang.
Kegiatan yang menjadi salah satu program unggulan sekolah ini menghadirkan dua narasumber dari wali murid Kelas 4 Al Hadi, yaitu Bunda Nila Kartikasari, S.Pd, orang tua dari ananda Hamizan, dan Bunda Rahmadiah Safitri, seorang bidan sekaligus orang tua dari ananda Hafidz.
Program ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pendidikan yang berkualitas lahir dari kolaborasi erat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dukungan dari wali murid berbagai jenjang, termasuk keluarga besar KB dan TK Aisyiyah yang turut berpartisipasi dalam rangkaian MPMT tahun ini, semakin memperkuat sinergi pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam membangun generasi masa depan.

Suasana kelas langsung hidup saat Bunda Nila membuka kegiatan dengan perkenalan yang hangat dan penuh semangat. Sebelum memasuki materi utama, beliau mengajak seluruh siswa melakukan ice breaking interaktif0yang membuat anak-anak bergerak, tertawa, dan lebih percaya diri untuk berpartisipasi dalam pembelajaran.
Kegiatan sederhana tersebut berhasil mencairkan suasana. Anak-anak yang semula tampak malu-malu mulai aktif menjawab pertanyaan dan berani menyampaikan pendapatnya.
Setelah suasana kelas terasa lebih cair, Bunda Nila mengajak siswa memasuki materi utama tentang profesi. Dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak sekolah dasar, beliau menjelaskan bahwa profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan keahlian, pengetahuan, serta tanggung jawab tertentu.
Anak-anak kemudian diajak mengenal berbagai aspek profesi, mulai dari0Definisi profesi, Ciri-ciri sebuah profesi, Pembagian profesi berdasarkan bidang pekerjaan. Mereka juga dikenalkan Berbagai contoh profesi yang ada di sekitar mereka, Perbedaan antara profesi dan mata pencaharian, dan Pentingnya menghargai setiap profesi tanpa membedakan satu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya.

Materi yang disampaikan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Bunda Nila menekankan bahwa setiap profesi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
“Dokter membantu orang sakit, guru membantu anak-anak belajar, petani menyediakan makanan, dan masih banyak profesi lain yang sama-sama bermanfaat,” jelasnya kepada para siswa.
Momen paling menarik terjadi ketika Bunda Nila mengajak seluruh siswa bergantian menyebutkan cita-cita mereka.
Satu per satu tangan anak-anak terangkat. Ada yang bercita-cita menjadi sutradara, detektif, masinis, arsitek, pesepak bola, hingga konten kreator. Dengan penuh antusias, anak-anak menjelaskan alasan mereka memilih profesi impiannya.
Suasana kelas menjadi sangat hidup. Teman-teman yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian, sementara Bunda Nila memberikan apresiasi dan motivasi kepada setiap anak.
Beliau mengingatkan bahwa tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi selama diiringi usaha, doa, dan semangat belajar yang konsisten.
Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk mulai mengenali minat dan impian mereka sejak dini, sekaligus belajar menghargai pilihan profesi orang lain
Setelah sesi pengenalan profesi, kegiatan dilanjutkan bersama Bunda Rahmadiah Safitri S.Keb, seorang bidan yang sehari-hari bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dengan ramah, beliau memperkenalkan profesi bidan serta menjelaskan tugas dan tanggung jawabnya dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
Namun, pembelajaran tidak berhenti pada penjelasan semata. Bunda Rahmadiah mengajak siswa belajar keterampilan hidup yang sangat penting, yaitu cara mencuci tangan yang benar.
Anak-anak terlebih dahulu menyaksikan video edukasi mengenai langkah-langkah mencuci tangan sesuai prosedur kesehatan. Mereka terlihat antusias memperhatikan setiap tahapan yang ditampilkan.
Agar pembelajaran semakin menarik dan mudah dipahami, Bunda Rahmadiah menyiapkan aktivitas praktik berupa lembar kerja kreatif. Setiap siswa mendapatkan kertas berbentuk telapak tangan serta gambar-gambar urutan mencuci tangan.
Tugas mereka adalah menempelkan gambar sesuai urutan langkah mencuci tangan yang benar.
Suasana kelas kembali dipenuhi semangat. Anak-anak berdiskusi, mengingat langkah-langkah yang telah ditonton, lalu menempelkan gambar dengan penuh konsentrasi.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengetahui teori menjaga kebersihan tangan, tetapi juga memahami pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan MPMT di Kelas 4 Al Hadi menunjukkan bahwa pembelajaran terbaik sering kali lahir dari pengalaman nyata.
Anak-anak belajar tentang profesi, mengenal berbagai cita-cita, memahami pentingnya menghargai pekerjaan orang lain, sekaligus memperoleh keterampilan praktis menjaga kesehatan.
Lebih dari itu, mereka merasakan kehadiran orang tua sebagai bagian dari proses belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Program ini sejalan dengan semangat pendidikan yang menempatkan sekolah dan keluarga sebagai mitra dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Bunda Nila memberikan kejutan yang membuat anak-anak semakin bahagia. Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme mereka selama mengikuti kegiatan, beliau menyiapkan snack untuk seluruh siswa.
Senyum ceria tampak menghiasi wajah anak-anak saat menerima snack tersebut. Momen sederhana itu menjadi penutup yang manis dari sebuah pengalaman belajar yang penuh inspirasi.
Hari itu, siswa Kelas 4 Al Hadi tidak hanya pulang dengan tambahan pengetahuan tentang profesi dan kesehatan. Mereka juga membawa pulang semangat baru untuk meraih cita-cita, menghargai setiap pekerjaan, serta keyakinan bahwa setiap profesi memiliki peran penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Melalui My Parent My Teacher 2026, SD Muhammadiyah 11 Surabaya kembali membuktikan bahwa ketika sekolah dan keluarga berjalan beriringan, ruang kelas akan menjadi tempat lahirnya mimpi, inspirasi, dan generasi masa depan yang berkarakter. (Nila/Fikri)
