Atasi Limbah Pemotongan Ayam, KKN Umsura Kelompok 30 Luncurkan Biosmart G-Trap di Sidowungu Gresik

Gresik, syiarmu.com – Semangat pengabdian dan inovasi mewarnai pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) Tahun 2026 yang digelar di Kantor Bupati Gresik. Dari puluhan kelompok yang diterjunkan, Kelompok 30 menjadi salah satu tim yang membawa misi besar untuk menjawab persoalan lingkungan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Acara pelepasan KKN dihadiri oleh Wakil Rektor IV Umsura Dr. Raidus Setiawan,M.A., Ketua Lembaga Informasi, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LRIPM) UMSurabaya Arin Setyowati, M.A., serta Asisten I Pemerintah Kabupaten Gresik yang mewakili Bupati Gresik. Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya pengabdian mahasiswa UMSurabaya kepada masyarakat melalui berbagai program yang berdampak langsung.

Kelompok 30 akan melaksanakan pengabdian selama satu bulan di Desa Sidowungu, sebuah desa yang memiliki potensi ekonomi besar melalui usaha pemotongan ayam yang telah menjadi mata pencaharian utama masyarakat. Namun di balik besarnya aktivitas ekonomi tersebut, terdapat tantangan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya terkait pengelolaan limbah hasil pemotongan ayam yang berpotensi mencemari lingkungan.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, mahasiswa KKN Kelompok 30 menghadirkan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa Biosmart G-Trap, sebuah sistem filtrasi limbah yang dirancang untuk menyaring lemak dan limbah padat organik dari aktivitas pemotongan ayam sebelum masuk ke saluran pembuangan. Inovasi ini diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas sanitasi di Desa Sidowungu.

Selain itu, kelompok ini juga menggagas program revitalisasi Telaga Mboro melalui konsep TELASIK (Telaga Asri Sidowungu Kreatif). Program tersebut bertujuan mengembalikan fungsi telaga sebagai ruang hijau desa, kawasan edukasi lingkungan, serta pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang dapat mendorong perkembangan UMKM lokal.

Ketua KKN Kelompok 30, Muhammad Rizam Arzaqi Robby, menegaskan bahwa mahasiswa hadir dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami percaya bahwa perubahan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi. Oleh karena itu, KKN Kelompok 30 siap bersinergi dengan pemerintah desa, Karang Taruna, pelaku UMKM, serta seluruh masyarakat Desa Sidowungu untuk menghadirkan solusi nyata yang berdampak bagi lingkungan, kesehatan, dan perekonomian desa. Kami ingin meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan bahkan setelah program KKN berakhir,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV UMSurabaya Dr. Raidus Setiawan, M.A., berpesan agar mahasiswa menjadikan KKN sebagai ruang pengabdian sekaligus pembelajaran hidup di tengah masyarakat.

“KKN bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi tentang bagaimana mahasiswa mampu hadir, memahami kebutuhan masyarakat, dan memberikan solusi yang bermanfaat. Jadilah duta kampus yang membawa nilai-nilai keilmuan, kemanusiaan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Ketua LRIPM UMSurabaya Arin Setyowati, M.A., menekankan pentingnya inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan program.

Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Asisten I yang mewakili Bupati Gresik menyampaikan apresiasi atas komitmen Umsura dalam mendukung pembangunan daerah melalui program KKN.

“Kami menyambut hangat kehadiran mahasiswa KKN di Kabupaten Gresik. Kehadiran mahasiswa dengan berbagai inovasi dan program pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu menjadi energi baru dalam mendukung pembangunan desa. Kami berharap terjalin kolaborasi yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat sehingga program yang dijalankan dapat memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga berpesan agar mahasiswa menjaga integritas, menjunjung tinggi etika, serta mengedepankan pendekatan partisipatif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.
Dengan mengusung semangat kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat, KKN Umsura Kelompok 30 optimistis mampu menjadi bagian dari transformasi Desa Sidowungu.

Melalui penerapan Biosmart G-Trap dan revitalisasi Telaga Mboro, mahasiswa berharap dapat menghadirkan lingkungan yang lebih sehat, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, serta memperkuat potensi desa menuju pembangunan yang berkelanjutan.

Kehadiran mahasiswa KKN bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan menjadi langkah nyata untuk menghadirkan perubahan. Dari Desa Sidowungu, semangat pengabdian itu tumbuh menjadi harapan baru bagi lingkungan yang lebih lestari, masyarakat yang lebih berdaya, dan masa depan desa yang lebih maju.

Mengabdi bukan sekadar hadir di tengah masyarakat, tetapi menjadi bagian dari solusi. Dari Sidowungu untuk masa depan yang lebih berkelanjutan, KKN Umsura Kelompok 30 siap berkarya, berkolaborasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Delya Melanisa/Fikri)

Tinggalkan komentar