Pengajian Ahad Pagi Sidowungu: Ustadz M. Natsar Haqiqi Ajak Jamaah Susun Visi Hidup di Momentum Muharram

Gresik, syiarmu.com — Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah terasa dalam Pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan di Sidowungu, Gresik, pada Ahad (12/7/2026). Mengusung tema “Muharram: Momentum Muhasabah dan Memulai Kebaikan,” pengajian menghadirkan Ustadz M. Natsar Haqiqi, M.Pd., MPKS PWM Jawa Timur, yang mengajak jamaah menjadikan Muharram sebagai titik awal memperbaiki diri dan menata kembali arah kehidupan.

Dalam tausiyahnya, Ustadz M. Natsar Haqiqi menegaskan bahwa Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Hijriah, melainkan momentum spiritual untuk melakukan hijrah menuju pribadi yang lebih baik.

“Muharram merupakan momentum untuk memperbaiki diri, yaitu berhijrah dari perilaku yang kurang baik menuju perilaku yang lebih baik. Muharram juga menjadi bulan muhasabah, karena berada di awal tahun Hijriah yang dapat dijadikan sebagai titik awal dalam menetapkan arah dan visi kehidupan ke depan,” ungkapnya.

Beliau menjelaskan bahwa setiap muslim hendaknya memiliki visi hidup yang jelas. Menurutnya, kehidupan yang dijalani tanpa arah akan kehilangan makna, sedangkan kehidupan yang dibangun di atas tujuan yang benar akan menjadi jalan menuju keberkahan dan kebahagiaan.

“Oleh karena itu, pada momentum Muharram ini saya mengajak seluruh umat Islam yang beriman untuk mulai merancang visi hidupnya. Kehidupan hendaknya dijalani dengan tujuan yang jelas, sehingga tidak terasa hampa, tetapi penuh makna dan arah yang pasti,” tuturnya.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa visi terbesar seorang muslim adalah meraih rida Allah SWT dan kebahagiaan di akhirat. Setiap aktivitas, pekerjaan, dan amal saleh hendaknya menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah serta menghadirkan manfaat bagi sesama.

“Visi utama yang harus menjadi tujuan setiap muslim adalah meraih rida Allah SWT dan kebahagiaan di akhirat. Seluruh ikhtiar, amal, dan perjalanan hidup di dunia hendaknya menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, sehingga setiap langkah yang ditempuh bernilai ibadah dan memberikan manfaat bagi sesama,” jelasnya.

Suasana pengajian berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias. Jamaah dari berbagai kalangan tampak menyimak setiap pesan yang disampaikan sebagai bekal mengawali tahun Hijriah dengan semangat hijrah, muhasabah, dan amal saleh.

Melalui Pengajian Ahad Pagi ini, diharapkan Muharram tidak hanya dimaknai sebagai pergantian angka dalam kalender Islam, tetapi menjadi momentum emas untuk menulis kembali arah kehidupan. Dengan memperbaiki niat, menyusun visi yang berorientasi pada rida Allah SWT, serta memperbanyak amal kebajikan, setiap muslim dapat menjadikan tahun baru Hijriah sebagai awal perjalanan menuju pribadi yang lebih bertakwa dan bermanfaat bagi umat. (Eka/Fikri)

Tinggalkan komentar