Surabaya, syiarmu.com — Memasuki hari ketiga Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) baru, SMP Muhammadiyah 11 Surabaya (Muven) menghadirkan suasana belajar yang berbeda dan penuh ceria. Bertempat di Aula Al Husna pada Rabu (15/7/2026), para siswa baru diajak untuk mengenal lebih dekat mengenai ideologi dan sejarah Muhammadiyah melalui materi Kemuhammadiyahan.
Berbeda dengan penyampaian materi pada umumnya, penyampaian materi kali ini dikemas secara kreatif dan interaktif oleh Akbar Nurrazaq, S.Sos., guru Kemuhammadiyahan di sekolah tersebut.

Dalam sesi ini, para siswa baru tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak aktif memahami pengertian Muhammadiyah, sejarah pendiriannya, profil para tokoh bangsa yang lahir dari rahim Muhammadiyah, berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Organisasi Otonom (Ortom), hingga menyanyikan Mars Muhammadiyah bersama-sama.
Untuk memicu semangat para peserta, Akbar Nurrazaq menggunakan metode pembelajaran berbasis permainan kelompok. Aula Al Husna seketika riuh dengan tawa dan sorak antusias ketika para siswa ditantang menyelesaikan berbagai permainan edukatif, mulai dari:


Tebak Tokoh: Menebak pahlawan dan tokoh penting Muhammadiyah berdasarkan petunjuk visual.
Teka-Teki Silang (TTS): Menguji pemahaman siswa mengenai istilah dan sejarah organisasi.
Mencari Kata: Melatih kerja sama tim dalam menemukan kata-kata untuk melengkapi lirik lagu Mars Muhammadiyah

Di tengah penyampaian materi, Akbar juga memberikan pesan mendalam kepada para siswa baru dengan mengutip pesan legendaris dari pendiri Muhammadiyah, Kiai Haji Ahmad Dahlan.
“Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan janganlah mencari penghidupan di Muhammadiyah,” ujarnya, mengingatkan para siswa akan pentingnya keikhlasan dalam berorganisasi dan mengabdi.
Melalui pendekatan yang segar dan seru ini, para peserta Fortasi Muven tampak sangat antusias, gembira, dan tidak merasa bosan hingga akhir acara. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga dan rasa memiliki dalam diri siswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. (Fikri)
