Tekan Angka Stunting, Mahasiswa KKN Kelompok 5 Umsura Gelar Posyandu dan Edukasi Parenting di Nganjuk

Nganjuk, syiarmu.com — Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap tumbuh kembang generasi muda, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 5 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) sukses menggelar kegiatan Posyandu Balita yang diintegrasikan dengan edukasi pencegahan stunting.

Program kerja bertema “Pencegahan Stunting dan Parenting Anak Sehat” ini dilaksanakan pada Selasa (7/7/2026) mulai pukul 09.00 WIB di Dusun Sumbersari, Desa Pandean, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan yang berlangsung antusias tersebut menjadi langkah konkret dalam menekan angka stunting di wilayah setempat melalui pelayanan kesehatan dasar serta pemberian pemahaman mendalam bagi para orang tua.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kelompok 5 bekerja sama erat dengan bidan desa dan para kader kesehatan Dusun Sumbersari.

Rangkaian kegiatan berfokus pada pelayanan meja tumbuh kembang anak, mencakup pengukuran antropometri secara berkala seperti Penimbangan berat badan (BB), Pengukuran tinggi badan (TB), dan Pemantauan lingkar kepala balita.

Seluruh data hasil pengukuran langsung dicatat dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) guna mendeteksi secara dini apabila terdapat grafik pertumbuhan anak yang tidak sesuai.

Salah satu kader Posyandu Dusun Sumbersari menyambut baik pendampingan yang dilakukan oleh para mahasiswa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberikan dorongan semangat baru dalam mengoptimalkan pelayanan Posyandu di desa.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN Kelompok 5 Umsura. Pelayanan jadi lebih tertata, dan penyampaian materi edukasinya sangat membantu ibu-ibu di sini agar lebih paham tentang pentingnya memantau tumbuh kembang anak secara rutin,” ungkap salah satu kader Posyandu setempat.

Usai alur pemeriksaan dan penimbangan, mahasiswa Kelompok 5 melanjutkannya dengan sesi edukasi intensif mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi seimbang. Langkah ini diambil setelah menemukan fakta di lapangan bahwa masih banyak ibu balita di desa setempat yang belum sepenuhnya memahami penyebab dan dampak jangka panjang stunting bagi masa depan anak.

Dalam sesi edukasi tersebut, mahasiswa memaparkan materi krusial terkait pentingnya pemenuhan nutrisi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Edukasi difokuskan pada:

  1. Pengenalan menu Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) kaya protein hewani.
  2. Pemeliharaan sanitasi lingkungan.
  3. Akses air bersih guna mencegah infeksi berulang yang menjadi pemicu stunting.

Penyampaian materi yang komunikatif mendapat respons positif dari para warga yang hadir. Salah satu ibu balita yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan banyak wawasan baru mengenai pengolahan makanan bergizi untuk buah hatinya.

“Awalnya saya kurang paham seberapa bahayanya stunting untuk anak. Setelah dapat penjelasan dari adik-adik mahasiswa, saya jadi makin tahu pentingnya menu kaya protein hewani untuk MP-ASI dan cara menjaga pola makan anak sehari-hari,” ujar salah satu ibu balita peserta Posyandu.

Melalui sinergi pelayanan posyandu dan edukasi langsung ini, KKN Kelompok 5 Umsura berharap pemahaman baru yang didapatkan para orang tua dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan tumbuh kembang yang sehat sehingga seluruh balita di Dusun Sumbersari dapat terbebas dari stunting. (Maslaatul Ummah/Fikri)

Tinggalkan komentar