Surabaya, syiarmu.com — Klinik Pratama Rawat Jalan Al Azhar kembali menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi anggota Klub Prolanis Al Azhar pada Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Klinik Pratama Rawat Jalan Al Azhar, Jalan Dupak Bandarejo No. 23, Surabaya, tersebut mengangkat materi “Pencabutan Gigi pada Pasien Hipertensi”.
Kegiatan edukasi ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan satu kali setiap bulan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anggota Klub Prolanis Al Azhar dalam menjaga kesehatan, khususnya bagi peserta yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi.

Materi edukasi disampaikan oleh drg. Santri Khumairo Jelita. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pencabutan gigi merupakan salah satu tindakan yang dapat dilakukan pada kondisi gigi tertentu, terutama apabila gigi sudah mengalami kerusakan yang tidak memungkinkan untuk dipertahankan.
“Pencabutan gigi dapat dilakukan pada beberapa kondisi, antara lain gigi berlubang yang sudah cukup dalam dan lebar, gigi impaksi atau tidak tumbuh sempurna, gigi yang sudah tidak dapat dirawat melalui perawatan saluran akar, gigi yang goyang, serta gigi yang hanya menyisakan akar,” jelas drg. Santri Khumairo Jelita.

Lebih lanjut, drg. Santri Khumairo Jelita menekankan bahwa pasien hipertensi tetap dapat menjalani pencabutan gigi, namun diperlukan perhatian dan persiapan yang lebih baik untuk menjaga keamanan selama tindakan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pasien hipertensi sebelum menjalani pencabutan gigi, di antaranya cukup beristirahat, rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah sebelum dan sesudah tindakan.
Pasien juga dianjurkan menghindari stres atau kecemasan berlebihan. Menurutnya, kondisi psikologis pasien dapat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani tindakan medis.

“Pasien hipertensi tidak perlu takut untuk berkonsultasi mengenai pencabutan gigi. Yang terpenting adalah memastikan kondisi tekanan darah terkontrol dan menyampaikan seluruh informasi mengenai kondisi kesehatan serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi kepada dokter gigi,” ujar drg. Santri Khumairo Jelita.
Ia juga mengingatkan agar pencabutan gigi dihindari apabila tekanan darah sedang tinggi. Dalam kondisi tertentu, pasien dapat terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam, khususnya apabila terdapat obat tertentu yang perlu mendapat perhatian atau kemungkinan dihentikan sementara sebelum tindakan.
“Jangan menghentikan obat sendiri. Apabila ada obat yang perlu dihentikan sementara sebelum pencabutan gigi, pasien harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang menangani penyakitnya,” tegasnya.
Pada akhir materi drg. Santri Khumairo Jelita berpesan agar pasien tidak menunda pemeriksaan gigi hanya karena memiliki hipertensi. Pemeriksaan dan konsultasi sejak awal diperlukan agar dokter dapat menentukan tindakan yang paling aman dan sesuai dengan kondisi pasien.

“Jaga kesehatan gigi dan mulut secara rutin. Jika ada keluhan gigi, jangan menunggu sampai kondisinya semakin parah. Bagi pasien hipertensi, sampaikan kondisi kesehatan dan obat yang sedang dikonsumsi kepada dokter gigi sebelum menjalani tindakan. Pastikan tekanan darah terkontrol dan ikuti seluruh arahan dokter,” pesannya.
Kegiatan edukasi mendapat perhatian positif dari anggota Klub Prolanis Al Azhar. Peserta mengikuti pemaparan materi dengan antusias dan mendapatkan kesempatan untuk memahami lebih jauh mengenai hubungan kondisi hipertensi dengan tindakan pencabutan gigi.
Ibu Renny, salah seorang peserta edukasi, menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman bahwa pasien hipertensi tetap dapat menjalani perawatan gigi dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan tekanan darah.
“Materinya sangat bermanfaat dan mudah dipahami. Kami jadi lebih mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan sebelum melakukan pencabutan gigi, terutama bagi yang memiliki hipertensi. Saya juga menjadi lebih paham bahwa obat tidak boleh dihentikan sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.”
Melalui kegiatan edukasi rutin Klub Prolanis, Klinik Pratama Rawat Jalan Al Azhar berkomitmen untuk terus mendorong peserta agar lebih aktif menjaga kesehatan serta memahami langkah-langkah yang tepat dalam menangani berbagai kondisi kesehatan.
Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran peserta untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menjalani tindakan medis maupun perawatan gigi. (Kiyadah/Fikri)
