Malang,syiarmu.com, Sebagai bentuk kepedulian terhadap modernisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Dea Amanda, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung yang tergabung dalam Kelompok 93 KKN MAs 2026, telah mengaplikasikan program kerja individunya melalui edukasi dan pemetaan lokasi bangunan usaha fisik di sekitar Dusun Ngenep Krajan pada Senin (24/8/2026).
Banyak aplikasi populer dari berbagai kategori yang terhubung dengan Google Maps melalui layanan penghubung data peta. Dari mulai transportasi (Gojek, Grab, Maxim), jasa pengiriman (Traveloka), jual beli dan properti (OLX, Shopee, Tokopedia), media sosial (WhatsApp, Instagram, Facebook), dan lainnya. Dengan ini tidak dapat dipungkiri, keberadaan Google Maps begitu vital bagi sistem navigasi berbagai platform digital.

Program ini berfokus pada edukasi serta pemetaan spasial bangunan fisik berbasis digital menggunakan platform Google Maps. Di era yang serba terkoneksi, menempatkan titik lokasi fisik toko pada peta digital menjadi krusial agar keberadaan usaha warga dapat dijangkau secara akurat oleh calon pembeli. Selain memperluas keterlibatan pasar, pemetaan ini juga memberikan nilai tambah berupa kemudahan akses penunjuk arah, peningkatan visibilitas bisnis, penguatan kepercayaan publik, hingga efisiensi rantai pasok dan pengiriman barang.
“Mengunjungi lokasi satu persatu diharapkan bisa memberi materi secara maksimal dan langsung dipraktekkan sesuai titik koordinat. Dengan begitu, metode yang dipilih juga tidak membuang banyak waktu pemilik usaha mengingat kegiatan mereka yang padat,” ujar Dea Amanda, Mahasiswa Pelaksana Program.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara intensif melalui metode door to door atau mendatangi langsung satu per satu lokasi usaha milik warga yang belum terintegrasi Google Maps. Sebelum sesi edukasi dimulai, mahasiswa mengukur tingkat pemahaman awal (pre-test) para pelaku UMKM terkait pemanfaatan teknologi geospasial dasar. Program kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan pendampingan langsung proses pendaftaran profil toko ke Google Maps.


Sebagai bentuk evaluasi efektivitas program, kegiatan ditutup dengan pengisian post-test. Hasil analisis data menunjukkan lonjakan pemahaman yang sangat signifikan dari para pemilik usaha, di mana skor rata-rata evaluasi meningkat pesat dari 1,87 pada sesi pre-test menjadi 4,13 (skala 5,00) pada sesi post-test.
“Setelah mengikuti tutorial yang diberikan, saya menyadari ternyata meletakkan titik lokasi toko di Google Maps juga mempengaruhi rating toko di platform internet”, ujar Pak Hadis, Pemilik Toko Sembako.

Secara keseluruhan, ada lima titik lokasi yang diobservasi, 3 antaranya merupakan toko sembako, 1 toko perabotan, dan 1 warung makanan ringan. Melalui peningkatan kapasitas pemahaman dan terdaftarnya lokasi fisik usaha secara digital ini, UMKM di Dusun Ngenep Krajan diharapkan mampu meningkatkan daya saing lokal, memperluas jangkauan pasar hingga luar daerah, serta siap menghadapi arus digitalisasi ekonomi. (Tim KKN 93/Fikri)
