Lawan Peserta Lebih Tua, Murid TK ABA 04 Surabaya Ukir Prestasi di Lomba Tahfidz Hari Santri

Surabaya, syiarmu.com – Dalam rangka memperingati Hari Santri, Majalah Anas bekerja sama dengan Smart Organizer menggelar Lomba Tahfidz bertajuk “Semarak Hari Santri, Berakhlak Mulia, Mengukir Prestasi”. Acara yang berlangsung meriah ini digelar di L9 Lobby CGV Mall BG Junction Surabaya, Ahad (11/10/2026).

Majalah Anas merupakan majalah Islami anak yang diterbitkan oleh LAZ Nurul Hayat sebagai wujud kontribusi nyata dalam pembentukan akhlak dan karakter generasi muda. Kompetisi ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang, mulai dari TK hingga kelas 6 SD se-Surabaya Pusat.

Di antara puluhan peserta, sosok Raden Aufar Syahrizky mencuri perhatian panitia dan para juri. Murid kelas TK A di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 04 Surabaya ini baru berusia 4 tahun. Meskipun secara usia seharusnya masuk di Kategori A (PAUD-TK), Raden dengan berani memilih tampil di Kategori C yang ditujukan untuk siswa kelas 4 hingga 6 SD.

Di kategori tersebut, peserta diminta membaca salah satu surat pilihan seperti QS An-Naba’, An-Nazi’at, Al-Qari’ah, atau Ad-Duha. Raden dengan percaya diri melantunkan Surat An-Naba’ di hadapan juri, bersaing ketat dengan 16 peserta yang usianya jauh lebih tua.

Hasilnya memukau. Raden berhasil menyabet Juara Harapan 3 dengan total nilai 88,5, mencakup nilai tajwid 25,5, lagu 17, fashohah 26, dan kelancaran 20.

Ibu dari Raden mengungkapkan rasa haru dan syukurnya atas pencapaian sang buah hati. “Meski sedang sakit batuk dan suaranya serak, Raden tetap percaya diri dan semangat ikutan lomba. Mama sangat bangga. Ini pengalaman pertama lomba tahfidz dan hasilnya terbaik. Semua ini berkat bimbingan bunda-bunda hebat di TK ABA 04,” ungkapnya.

Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal 04 Surabaya, Lilik Tarwijah, S.Pd., turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya. “Alhamdulillah, semoga ini menjadi langkah awal yang baik untuk Ananda Raden dan memotivasi teman-teman lainnya untuk berani mencoba pengalaman baru,” tutur Lilik.

Lilik menambahkan bahwa ajang perlombaan bagi anak usia dini bukan sekadar mengejar juara atau hadiah. “Yang paling utama bagi anak usia dini adalah memberikan pengalaman bahagia saat mencoba hal baru,” pungkasnya (Winda/Fikri)

Tinggalkan komentar