Surabaya, syiarmu.com – Studi banding yang dilakukan oleh 14 guru dan 2 kepala sekolah dari KB Aisyiyah 05 dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 04 Surabaya ke TK Al Hikmah Surabaya pada Rabu (16/10/24) dan Kamis (17/10/24) lalu, telah menghasilkan banyak pembelajaran berharga.
Fokus utama studi banding ini adalah mengamati penerapan model pembelajaran project based learning yang telah diterapkan di TK Al Hikmah sejak tahun 2022.

Salah satu temuan menarik dari studi banding ini adalah penerapan project based learning yang sangat efektif dalam merangsang kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah anak-anak. Melalui proyek-proyek yang dirancang, anak-anak diajak untuk belajar secara aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.
Di TK Al Hikmah, pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru, tetapi juga pada anak-anak. Anak-anak diajak untuk menemukan jawaban atas pertanyaan mereka sendiri melalui proses eksplorasi dan pengamatan.
Perbedaan yang paling mencolok antara TK Al Hikmah dengan sekolah lain adalah tidak adanya penggunaan buku paket, buku kotak, dan buku tulis bergaris. Di sana anak-anak lebih banyak belajar melalui kegiatan praktik, eksperimen, dan proyek. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing anak-anak dalam proses belajar.


“Dengan project based learning, anak-anak tidak hanya belajar tentang konsep-konsep akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan keterampilan abad 21 lainnya,” tambah Farah Fauzia Rosyida SPd, salah satu guru dari TK.
Penerapan project based learning di TK Al Hikmah memberikan banyak manfaat bagi anak-anak di antaranya:
Pertama, meningkatkan motivasi belajar. Anak-anak lebih termotivasi untuk belajar karena materi pembelajaran disajikan dengan cara yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Kedua, mengembangkan kreativitas. Anak-anak memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi ide-ide mereka dan menghasilkan karya yang orisinal.
Ketiga, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Melalui proyek, anak-anak dilatih untuk berpikir secara kritis, menganalisis informasi, dan menemukan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi.
Keempat, meningkatkan kemampuan bekerja sama. Anak-anak belajar untuk bekerja sama dengan teman sebayanya dalam menyelesaikan proyek.
Inspirasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Studi banding ini telah memberikan inspirasi bagi para guru dan kepala sekolah dari KB Aisyiyah 05 dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 04 untuk menerapkan model pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada anak di sekolah masing-masing.
“Kami akan berusaha untuk menerapkan project based learning di sekolah kami secara bertahap. Kami yakin bahwa dengan model pembelajaran ini, anak-anak dapat berkembang secara optimal,” ujar Lilik Tarwijah SPd, Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal 04. (Nila/Fikri)
