Surabaya, syiarmu.com – SMP Muhammadiyah 11 Surabaya (Muven) kembali melaksanakan agenda akademik tahunan berupa Ujian Praktik (Uprak) Olahraga bagi peserta didik kelas IX. Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas 9C dan 9D ini berlangsung di Lapangan Bangunsari pada Rabu (28/1/2026), mulai pukul 07.30 hingga 10.00. Untuk kelas 9 lainnya, pelaksanaannya pada Kamis (29/1/2026).
Berbeda dengan ujian konvensional, kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan tiga mata pelajaran sekaligus, yakni
Pendidikan Jasmani (Olahraga), Fisika, dan Biologi.
Kolaborasi ini dirancang agar peserta didik mampu menerapkan teori yang telah dipelajari di dalam kelas ke dalam aktivitas nyata secara terpadu.

Bentuk ujian praktik kali ini meliputi lari mengelilingi lapangan serta pengukuran denyut nadi peserta, baik sebelum maupun sesudah beraktivitas. Melalui metode ini, siswa tidak hanya diuji dari segi ketahanan fisik, tetapi juga pemahaman terhadap Konsep Kecepatan (menghitung rasio jarak dan waktu lari), perhitungan waktu (ketepatan dalam mencatat durasi aktivitas), dan fungsi jantung (memahami respons kerja jantung terhadap aktivitas fisik intensitas tinggi).
Pelaksanaan ujian diawasi secara ketat oleh tim penguji dengan pembagian tugas spesifik. Ustaz Fatkhi bertanggung jawab atas penilaian keseluruhan peserta. Ustaz Rahman bertugas melakukan pencatatan waktu lari peserta secara akurat. Ustaz Qohar mendata jumlah denyut nadi siswa sebelum dan sesudah berlari. Ustazah Fira membantu teknis penghitungan denyut nadi peserta di lapangan.


Meski materi ujian cukup menguras tenaga, suasana di Lapangan Bangunsari terpantau kondusif dengan cuaca yang sejuk dan mendukung. Jumlah peserta yang terukur membuat kegiatan berjalan tertib dan penuh antusiasme.
Ustaz Qohar mengatakan bahwa tujuan utama dari ujian kolaboratif ini adalah membiasakan gaya hidup sehat sejak dini sekaligus melatih kedisiplinan dan kerja sama.
“SMP Muhammadiyah 11 berharap, melalui integrasi ilmu pengetahuan dan aktivitas nyata ini, siswa tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan kesehatan tubuh,” pungkasnya. (Dzaky/Fikri)
