(Syiarmu.com) – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah Jawa Timur. Tokoh yang dikenal gigih dalam memperjuangkan marwah organisasi di ranah kebijakan publik, Muhammad Misdasy, S.IP., Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PWM Jawa Timur, telah dipanggil kembali ke haribaan Ilahi.
Kepergian almarhum tidak hanya menjadi kehilangan bagi jajaran wilayah, namun juga meninggalkan duka mendalam bagi para kader di tingkat cabang hingga ranting yang selama ini kerap mendapat arahan dan inspirasi dari pemikiran-pemikiran strategis beliau.
Bagi pembaca setia Syiarmu.com, sosok Muhammad Mirdasy bukan sekadar nama dalam struktur pimpinan. Beliau adalah representasi dari intelektualitas kader Muhammadiyah yang mampu menerjemahkan nilai-nilai dakwah ke dalam langkah politik yang santun dan beradab.

Semasa hidupnya, beliau dikenal vokal dalam menyuarakan agar kader Muhammadiyah tidak buta politik, namun tetap berpegang teguh pada khittah perjuangan. Kiprahnya di LHKP telah membawa banyak perubahan cara pandang persyarikatan dalam merespons dinamika sosial-politik di Jawa Timur, khususnya dalam mengawal kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan umat.
Kehilangan ini juga dirasakan secara nyata oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan. Sebagai bagian dari akar rumput yang sering bersinergi dengan program-program wilayah, sosok almarhum dikenang sebagai pimpinan yang rendah hati dan mudah diakses oleh kader tingkat bawah.
Ketua PCM Krembangan Akhwan Hamid beserta jajaran menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya.

“Keluarga besar Pimpinan Cabang Muhammadiyah Krembangan merasa sangat kehilangan atas berpulangnya Bapak Muhammad Mirdasy. Beliau adalah mentor dan teladan bagi kami di tingkat cabang. Semangat beliau dalam membumikan gerakan hikmah menjadi cambuk bagi kami untuk terus berjuang di garis depan dakwah. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan dianugerahi kesabaran,” ujarnya.
Segenap kru redaksi Syiarmu.com juga mendoakan agar dedikasi almarhum selama ini menjadi catatan amal saleh. Semangat “Muhammadiyah Bermartabat” yang selalu beliau gaungkan akan terus kami jaga dalam setiap untaian berita dan narasi dakwah di media ini.
Selamat jalan, pejuang persyarikatan. Tugasmu di dunia telah usai, namun jejak kebaikanmu akan abadi di hati kami. (Muha/Fikri)
