FKPT dan MUI Jatim Gelar Dialog Damai, Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial untuk Cegah Radikalisme

Surabaya, syiarmu.com – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menggelar kegiatan Dialog Damai bertema “Bijak Bermedia Sosial untuk Cegah Radikalisme” di Kantor MUI Provinsi Jawa Timur, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikal dan ekstremisme yang semakin masif melalui media sosial.

Ketua FKPT Jawa Timur, Prof. Dr. Hj. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., mengatakan bahwa kolaborasi antara FKPT dan MUI Jawa Timur, khususnya melalui Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET), merupakan langkah strategis untuk mengendalikan penyebaran paham ekstremisme dan mencegah terorisme sejak dini.

“Kami bekerja sama dengan MUI, khususnya BPET, untuk bagaimana mengendalikan ekstremisme, sementara FKPT fokus pada pencegahan terorisme. Oleh karena itu, pada siang hari ini kami menggelar kegiatan Dialog Damai,” ucapnya.

“Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan baik sehingga kita bisa mengetahui sejak dini ciri-ciri radikalisme serta memahami bagaimana menggunakan media sosial secara bijak, karena saat ini kita tidak bisa lepas dari handphone dan media sosial,” imbuhnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan baru dalam upaya pencegahan radikalisme.

“Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk menyaring informasi, mengenali narasi yang mengarah pada ekstremisme, serta memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Jawa Timur, Dr. M. Hasan Ubaidillah, M.Si. menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap proses infiltrasi paham radikal yang sering kali berlangsung secara perlahan dan sistematis, termasuk di lingkungan perguruan tinggi.

“Banyak perguruan tinggi, masjid dan kantor-kantor yang terpapar radikalisme. Prosesnya tidak instan, mereka menguasai lini-lini akademik dan gerakan-gerakan mahasiswa dengan ideologi radikal. Apa jadinya Indonesia ke depan jika hal itu dibiarkan?” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Hasan Ubaidillah, MUI Jawa Timur membuka ruang kerja sama yang luas dengan FKPT Jawa Timur dalam rangka melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini guna menjaga keutuhan bangsa dan negara.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan FKPT untuk melakukan pencegahan secara dini agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki daya tahan terhadap berbagai ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan yang moderat,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Sosial dan Budaya MUI Jawa Timur, Prof. Dr. Ahmad Muhibbin Zuhri, menegaskan bahwa media sosial saat ini kerap dimanfaatkan oleh kelompok tertentu sebagai sarana penyebaran ideologi radikal.

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga ruang digital agar tetap sehat, damai, dan produktif.

“Media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga arena pertarungan gagasan dan ideologi. Karena itu, masyarakat harus mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang mengandung unsur kebencian, intoleransi, maupun radikalisme,” jelasnya. (Humas FKPT Jatim/Fikri)

Tinggalkan komentar