LPQ Al-Islam Surabaya Sambut Tahun Baru Islam 1448 H Lewat Mabit yang Edukatif

SURABAYA, syiarmu.com – Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) Al-Islam Surabaya menggelar kegiatan Malam Binaan Iman dan Taqwa (Mabit) yang berlangsung khidmat sekaligus meriah pada Sabtu hingga Minggu, 13-14 Juni 2026. Acara yang dipusatkan di Masjid Al-Islam ini digelar khusus dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Mengusung tema besar seputar meneladani kisah Nabi Yusuf AS, kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh puluhan santri.

Rangkaian acara Mabit dikemas secara interaktif dan kekinian agar para santri dapat menyerap nilai-nilai keagamaan dengan menyenangkan. Sepanjang dua hari pelaksanaan, para peserta disuguhkan berbagai aktivitas menarik, mulai dari fun game yang melatih kekompakan, hingga kuis digital berbasis aplikasi yang memicu semangat kompetisi positif.

Tidak hanya itu, panitia juga menggelar sesi nonton bareng (nobar) film kisah Nabi Yusuf AS sebagai sarana edukasi visual yang memikat perhatian para santri.
Koordinator Kegiatan, Ustadz M. Renaldi, mengungkapkan bahwa konsep Mabit kali ini sengaja dirancang seimbang antara unsur edukasi, spiritual, dan hiburan.

Menurutnya, pendekatan yang menyenangkan sangat efektif untuk membangun kedekatan antar-santri sekaligus menanamkan rasa cinta pada momen hari besar Islam. Beliau bersyukur seluruh agenda yang telah direncanakan dapat berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.

“Kami ingin momen menyambut Tahun Baru Islam 1448 H ini berkesan di hati para santri. Melalui kombinasi fun game dan kuis digital, mereka bisa belajar dengan gembira. Sementara melalui nobar dan puncaknya sholat tahajud berjamaah, kita siram rohani mereka agar semakin kuat imannya,” ujar Ustadz M. Renaldi di sela-sela acara.

Sementara itu, Kepala LPQ Al-Islam, M. Nurwahid, SE., dalam tausiyah utamanya membedah secara mendalam tentang keteladanan Nabi Yusuf AS. Beliau menyampaikan ada lima hikmah utama yang wajib dipetik dan diimplementasikan oleh para santri dalam kehidupan sehari-hari.

Kelima hikmah tersebut adalah pentingnya menjaga kejujuran, keteguhan iman dalam menghadapi godaan, ketulusan dalam memaafkan kesalahan orang lain, kesabaran saat tertimpa ujian, serta totalitas dalam berikhtiar dan bertawakal kepada Allah SWT.

M. Nurwahid berharap, perayaan Tahun Baru Islam ini menjadi momentum hijrah bagi seluruh santri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, tangguh, dan berakhlak mulia layaknya Nabi Yusuf AS. “Kisah Nabi Yusuf adalah sekolah kehidupan yang lengkap. Kami ingin para santri LPQ Al-Islam tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu meniru keluhuran budi pekerti para nabi yang tertuang di dalamnya,” tegas Kepala LPQ Al-Islam tersebut.

Suasana Mabit ditutup dengan penuh kegembiraan melalui sesi pembagian doorprize menarik bagi para santri yang aktif dan berhasil memenangkan berbagai perlombaan selama kegiatan berlangsung.

Rona bahagia terpancar jelas dari wajah para peserta saat bersiap kembali ke rumah masing-masing, membawa pulang hadiah, pengalaman seru, serta bekal spiritual yang berharga untuk menyongsong tahun baru 1448 Hijriah. (Wahid/Fikri)

Tinggalkan komentar