Tadarus Syahdu Rombongan Kepala Sekolah Muhammadiyah Surabaya Membelah Dingin Jalur Cipularang

Bandung, syiarmu.com – Embun masih menggantung di udara ketika Bus 1 rombongan Sekolah Muhammadiyah Surabaya memasuki Rest Area KM 149 Tol Cipularang, Jumat (17/7/2026). Waktu menunjukkan menjelang Subuh. Langit masih gelap, sementara matahari belum menampakkan sinarnya.

Di tengah dinginnya udara pegunungan, para peserta perjalanan segera bergegas menuju Masjid Jami’ Ummul Huda untuk menunaikan salat Subuh berjamaah.

Pemandangan yang tersaji begitu menghangatkan hati. Para kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Kota Surabaya berbaur tanpa sekat dengan jamaah setempat dan para musafir lain yang singgah. Tidak ada perbedaan jabatan ataupun asal daerah. Semua berdiri sejajar, merapatkan saf, menghadap kiblat, memohon keberkahan untuk perjalanan yang akan ditempuh.

Usai salat, satu per satu kembali menaiki Bus Tiara. Hawa dingin pegunungan masih terasa, bahkan semakin kuat ketika pintu bus tertutup dan hembusan AC menyapa para penumpang. Namun dinginnya udara justru menjadi teman yang menenangkan sepanjang perjalanan.

Tak ada yang larut dalam tidur. Tak ada pula yang sibuk dengan gawai masing-masing. Waktu yang panjang di atas bus dimanfaatkan dengan cara yang berbeda. Suasana pun berubah syahdu ketika lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an mulai menggema memenuhi ruang bus.

Dipandu Ustaz Irwan Hasan, M.Pd., Kepala SD Muhammadiyah 29 Surabaya, seluruh peserta bersama-sama melaksanakan tadarus Surat Al-Kahfi ayat 1 hingga 110. Bacaan yang mengalun serempak menghadirkan keteduhan tersendiri. Sesekali bus melintasi tanjakan dan tikungan khas Cipularang, tetapi irama tilawah tetap mengalir tanpa terputus.

Tradisi membaca Al-Qur’an dan dzikir pagi setiap dalam perjalanan terus dijaga. Di dalam perjalanan ini, kebiasaan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap langkah menuju tugas organisasi pun dapat bernilai ibadah.

Setelah tadarus selesai, perjalanan spiritual berlanjut melalui tausiyah singkat yang disampaikan Priyo Sasongko, Kepala SD Muhammadiyah 21 Surabaya. Dengan gaya penyampaian yang ringan namun penuh makna, ia mengajak seluruh peserta menjaga keikhlasan dan rasa syukur dalam mengemban amanah pendidikan.

Menurutnya, setiap program sekolah yang dirancang harus bermuara pada kemaslahatan peserta didik dan menjadi bagian dari ikhtiar memajukan pendidikan Muhammadiyah.

Di luar jendela, perbukitan hijau dan jalan raya yang berkelok-kelok terus menemani laju lima bus yang membawa rombongan menuju Rumah Makan Sangka Hurip 3, Ciwidey. Kendaraan melaju tenang, sementara di dalam bus suasana terasa damai oleh lantunan ayat suci, doa, dan nasihat yang saling menguatkan.

Perjalanan menuju agenda Pengesahan RAPBS Sekolah Muhammadiyah se-Kota Surabaya—mulai jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK—pun terasa lebih dari sekadar perpindahan tempat.

Ia menjadi perjalanan ruhani, ketika kilometer demi kilometer tidak hanya mendekatkan rombongan pada tujuan, tetapi juga mempererat ukhuwah, menguatkan iman, dan meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan penuh keberkahan. (Faren Elkhoir/Fikri)

Tinggalkan komentar