Surabaya, syiarmu.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Benowo kembali menggelar Kajian Ahad Pagi di Masjid Al Ghoriib, Osowilangon, Surabaya, pada Minggu (19/7/2026). Kajian yang diikuti puluhan jamaah, terdiri atas bapak-bapak dan ibu-ibu, menghadirkan Dr. Imam Syaukani, M.A. sebagai pemateri dengan mengangkat tema “Etika Muslim ketika Menderita Sakit.”
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari pembinaan keislaman untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana seorang muslim menyikapi sakit berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah.


Dalam pemaparannya, Dr. Imam Syaukani, M.A. menjelaskan bahwa sakit merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT yang memiliki hikmah besar bagi seorang hamba. Sakit dapat menjadi ujian keimanan, penghapus dosa, sekaligus pengingat agar manusia semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk senantiasa berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah, bersabar dalam menghadapi ujian, serta tidak berputus asa dari rahmat-Nya.
Beliau juga menjelaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk tetap berikhtiar ketika sakit dengan mencari pengobatan yang halal, rasional, dan sesuai syariat. Rasulullah SAW telah mengabarkan bahwa setiap penyakit memiliki obat atas izin Allah SWT. Karena itu, umat Islam tidak diperbolehkan menggunakan cara-cara pengobatan yang bertentangan dengan akidah maupun memanfaatkan sesuatu yang diharamkan sebagai obat.

Selain membahas prinsip-prinsip pengobatan dalam Islam, pemateri menguraikan etika seorang muslim ketika menderita sakit, yaitu memperbanyak doa memohon kesembuhan, terus berikhtiar, bertawakal kepada Allah SWT, serta menjadikan sakit sebagai momentum untuk bertaubat, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Kajian berlangsung dengan suasana yang khidmat dan interaktif. Para jamaah mengikuti materi dengan penuh perhatian hingga akhir kegiatan. Melalui kajian ini, PCM Benowo berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan, tetapi juga memiliki pemahaman yang benar mengenai cara menghadapi ujian berupa sakit sesuai tuntunan Islam. Dengan demikian, nilai-nilai kesabaran, tawakal, ikhtiar, dan keimanan dapat terus tertanam dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bekal dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. (Nura Firdausy/Fikri)
