Bandung, syiarmu.com – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melaksanakan kunjungan kerja sekaligus silaturahim dan audiensi bersama LDK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat.
Pertemuan pada Sabtu (18/7/2026) ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program dakwah secara sistematis, sekaligus mengevaluasi perkembangan pembentukan LDK di tingkat daerah.
Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua LDK PWM Jawa Barat, Drs KH Ibnu Sa’ud MPd, beserta jajaran, sedangkan dari jajaran LDK PP Muhammadiyah dihadiri langsung oleh Ahmad Nur Muhaimin SUd.

Ketua LDK PWM Jawa Barat, Drs KH Ibnu Sa’ud MPd, memaparkan dinamika perkembangan organisasi di wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa pasca-perubahan nomenklatur dari Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus (MTDK) menjadi LDK, proses sosialisasi dan pembentukan struktur di tingkat daerah masih terus berjalan. Dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, beberapa daerah telah berhasil membentuk LDK yang aktif, seperti Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka, Bandung Barat, dan Kota Bandung.
“Bagi daerah yang sudah terbentuk LDK, fokus kita adalah memantapkan dan mengintensifkan program dakwah komunitas. Sementara bagi daerah yang belum, kami dorong untuk segera membentuk struktur kepengurusan agar program dakwah dapat berjalan merata,” ujar Kyai Ibnu Sa’ud.
LDK PWM Jawa Barat saat ini membagi wilayah kerja ke dalam beberapa zona kunjungan kerja guna memastikan koordinasi berjalan efektif. Tersisa dua zona lagi yang akan diselesaikan hingga akhir periode kepengurusan, termasuk wilayah Bekasi Raya dan Tangerang yang direncanakan pada bulan Agustus, serta wilayah Bandung Raya pada bulan September mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, utusan LDK PP Muhammadiyah, Ahmad Nur Muhaimin SUd, menekankan pentingnya pergeseran paradigma dakwah dari sekadar tabligh (dakwah lisan) menuju dakwah komunitas yang lebih menyentuh persoalan riil di masyarakat. LDK secara khusus menyasar komunitas-komunitas yang selama ini kurang terjangkau, seperti komunitas anak jalanan, narkoba, hingga warga binaan di lembaga pemasyarakatan.
“Dakwah LDK bukan sekadar ceramah lalu selesai. Kita bergerak pada dakwah komunitas yang membutuhkan pendekatan khusus, problem solving, dan keahlian praktis dari para dai. Di sinilah pentingnya kita merekrut tenaga muda yang adaptif,” kata Muhaimin.
Ia juga menyoroti urgensi digitalisasi dakwah sebagai instrumen utama di era modern. LDK PP Muhammadiyah mendorong pemanfaatan media sosial dan konten digital secara masif guna mengimbangi maraknya narasi-narasi negatif di dunia maya.
“Kita hidup di dua dunia, nyata dan maya. Oleh karena itu, dakwah digital harus digarap secara serius dengan melibatkan organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah di tingkat daerah,” tambahnya.

Beberapa program unggulan dakwah komunitas yang kini tengah diakselerasi antara lain Bikersmu (komunitas motor), MLC (Mualaf Learning Center), Fordigimu (Forum Dai Digital Muhammadiyah), hingga program khusus LDK PDM Kota Bandung yaitu gerakan Kampung Bebas Rentenir yang sukses diinisiasi di Kota Bandung melalui kerja sama dengan pemerintah daerah setempat.
Audiensi ini juga menyepakati rencana pelaksanaan agenda refleksi akhir tahun LDK PWM Jawa Barat yang akan dikemas dalam bentuk bimbingan teknis (bimtek) khusus.
Agenda tersebut nantinya difokuskan untuk membekali pengurus daerah dan ortom terkait strategi digitalisasi dakwah dan penguatan kemitraan strategis, termasuk pemanfaatan potensi dana umat melalui jaringan Lazismu, Baznas maupun mitra lainnya.
Melalui sinergi ini, LDK PP Muhammadiyah dan LDK PWM Jawa Barat berkomitmen untuk terus menghidupkan semangat dakwah yang berkelanjutan demi kemaslahatan umat dan persyarikatan. (Muha/Fikri)
