Edukasi Pencegahan Bullying, Mahasiswa KKN PCR Benowo Umsura Tanamkan Budaya Saling Menghargai Sejak Dini

Surabaya, syiarmu.com – Tim Kuliah Kerja Nyata Pengembangan Cabang dan Ranting (KKN PCR) Benowo 2026 Kelompok 36 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menggelar kegiatan Edukasi Pencegahan Bullying di SD Mursyidah, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–11.20 WIB ini diikuti oleh 70 siswa-siswi kelas 1, 2, dan 3 dengan penuh antusias.

Kegiatan edukasi menghadirkan Muhammad Farid Ridlwan, anggota Tim KKN PCR Benowo Kelompok 36 Umsura, sebagai pemateri. Seluruh anggota KKN turut mendampingi jalannya kegiatan dan berperan aktif dalam membangun suasana belajar yang menyenangkan bagi para peserta.

Acara diawali dengan kegiatan refleksi sederhana yang mengajak siswa mengenali perasaan diri dan pentingnya memperlakukan teman dengan baik. Setelah itu, panitia bersama pemateri mengajak peserta mengikuti permainan interaktif yang bertujuan membangun kekompakan, keberanian, serta menanamkan nilai saling menghargai. Suasana kelas menjadi semakin hidup karena para siswa mengikuti setiap permainan dengan penuh semangat.

Memasuki sesi inti, pemateri menjelaskan pengertian bullying menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak. Materi yang disampaikan meliputi bentuk-bentuk bullying, baik secara fisik, verbal, maupun sosial, dampak bullying terhadap korban, serta cara mencegah dan menghentikan perilaku tersebut di lingkungan sekolah.

Di tengah penyampaian materi, pemateri memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk menceritakan pengalaman dan mengungkapkan perasaan mereka ketika pernah diejek, dijauhi, atau diperlakukan tidak baik oleh teman. Momen tersebut berlangsung hangat dan penuh empati. Beberapa siswa dengan berani menyampaikan perasaannya, sementara peserta lainnya diajak untuk mendengarkan, memahami, dan belajar menghargai perasaan orang lain.

Muhammad Farid Ridlwan menyampaikan bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan diterima di lingkungan sekolah. Menurutnya, bullying bukanlah candaan apabila membuat orang lain merasa sedih, takut, atau terluka.

“Kita semua adalah teman. Teman yang baik bukan yang paling kuat atau paling hebat, tetapi yang mau membantu, menghargai, dan menjaga perasaan temannya. Jika melihat teman dibully, jangan ikut menertawakan. Beranilah membantu, laporkan kepada guru, dan jadilah anak yang membawa kebaikan di mana pun berada,” pesannya kepada seluruh peserta.

Ia juga mengajak siswa untuk membiasakan tiga sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari, yaitu ‘berkata baik, berbuat baik, dan saling memaafkan”. Menurutnya, kebiasaan kecil tersebut dapat menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi semua siswa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara menghadapi teman yang suka mengejek hingga tindakan yang harus dilakukan ketika melihat temannya menjadi korban bullying. Pemateri menjawab setiap pertanyaan dengan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan anak-anak sehingga mudah dipahami dan diterapkan.

Melalui kegiatan ini, Tim KKN PCR Benowo 2026 Kelompok 36 Universitas Muhammadiyah Surabaya berharap para siswa semakin memahami pentingnya menghargai sesama, berani menolak segala bentuk bullying, serta mampu menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.

Edukasi sejak usia dini diharapkan menjadi langkah preventif dalam membangun karakter anak yang berempati, bertanggung jawab, dan mampu menciptakan budaya pertemanan yang positif di lingkungan sekolah maupun di kehidupan sehari-hari. (Salsabilla Larasati/Fikri)

Tinggalkan komentar