Nganjuk, syiarmu.com – Peringatan Hari Anak Nasional yang sejatinya jatuh pada Jumat, 24 Juli lalu, dirayakan dengan penuh sukacita di Desa Kedungsoko pada hari Minggu (26/7/2026). Pergeseran jadwal ke hari libur ini sengaja diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya Kelompok 3 agar partisipasi anak-anak tidak berbenturan dengan jam aktif sekolah.
Langkah ini berbuah manis. Bertempat di Balai Desa Kedungsoko, kegiatan peringatan ini sukses merangkul sekitar 70 anak yang berada di rentang usia 5 hingga 13 tahun.
Tingginya angka partisipasi tersebut merupakan hasil dari pendekatan organik tim KKN. Hingga Sabtu (25/7), mahasiswa memanfaatkan kegiatan sosial rutin mereka, seperti saat mengajar di Sekolah Dasar maupun mendampingi kegiatan mengaji di masjid desa, sebagai medium untuk menyebarkan undangan secara lisan.

Antusiasme anak-anak Kedungsoko ini sudah terlihat sejak pagi buta. Kendati acara baru dijadwalkan mulai pada pukul 08.30 WIB dengan sambutan dan doa bersama dari Kelompok 3, kerumunan anak-anak terpantau sudah memadati area balai desa sejak pukul 07.45 WIB.
Guna menyemarakkan acara, panitia menyajikan tiga kompetisi utama. Lomba pertama adalah menggambar dan mewarnai dengan pendekatan konseptual. Alih-alih memberikan sketsa gambar utuh, panitia hanya mencetak sebuah bentuk dasar lingkaran di atas kertas. Dari bentuk sederhana tersebut, peserta dibebaskan untuk berimajinasi seliar mungkin dalam menghasilkan sebuah karya yang utuh.
Bersamaan dengan anak-anak yang asyik menggambar di dalam ruangan, panitia juga menggelar lomba balap karung di area terbuka. Kompetisi adu ketangkasan ini menggunakan sistem gugur dengan mempertemukan tiga peserta di setiap sesinya.


Setelah balap karung rampung dan peserta diberikan waktu istirahat, panitia menggelar lomba makan kerupuk dengan aturan yang dimodifikasi. Setiap sesi diisi oleh empat peserta yang duduk bersilang dan saling berhadapan.
Kerupuk tidak digantung pada seutas tali, melainkan diikat pada sebatang stik bambu yang dipegang langsung oleh lawan di depannya. Mekanisme ini menuntut fokus ekstra dari peserta untuk bisa menggigit kerupuk, sekaligus sukses memancing gelak tawa penonton.
Setelah energi peserta terkuras dalam euforia kompetisi, rangkaian perayaan Hari Anak ini ditutup dengan suasana yang lebih santai. Seluruh peserta diajak untuk nonton bareng Jumbo, film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa.
Usai pemutaran film, acara dipungkas dengan pengumuman seluruh pemenang lomba. Melalui perayaan akhir pekan ini, tim KKN UMSura Kelompok 3 tidak sekadar memberikan hiburan, melainkan berhasil menyediakan ruang interaksi sosial komunal yang sehat dan berkesan bagi anak-anak di Desa Kedungsoko. (Tim KKN 3/Fikri)
