Hadirkan Alat Peraga “Luasmu Tetap”, KKN MAs Tingkatkan Pemahaman Matematika Siswa SMPN 5 Karangploso Lewat Edukasi Interaktif

Malang, syiarmu.com – Mahasiswa KKN MAs Kelompok 93, Rohati dari Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, telah menjalankan program kerja pribadi berupa pembelajaran matematika berbasis karakteristik siswa di kelas VII E SMPN 5 Karangploso. Pelaksanaan pembelajaran dirancang agar selaras dengan kurikulum sekolah yang sedang berjalan dan dalam empat kali pertemuan, yakni pada Tanggal 11, 12, 18, dan 19 Agustus 2026 lalu.

Pada dua pertemuan pertama, fokus pembelajaran pada operasi bilangan bulat dan pengaplikasian alat peraga “Luasmu Tetap”. Materi operasi bilangan bulat yang sudah diberikan guru mata pelajaran, dikemas secara interaktif melalui kombinasi penjelasan materi, tugas kelompok, dan tugas mandiri.

Menerapkan strategi tutor teman sebaya, setiap kelompok diberi tanggung jawab memastikan setiap anggotanya memahami materi. hal ini terbukti efektif menciptakan komunikasi belajar yang lebih luwes dan mudah diterima. Inovasi alat peraga “Luasmu tetap” yang dibawa anggota Kelompok 93, menghubungkan konsep operasi bilangan bulat dengan materi luas bangun datar yang interaktif.

Melalui alat peraga tersebut, siswa dapat melihat bahwa perubahan bentuk suatu bangun, seperti trapesium menjadi jajargenjang, tidak selalu mengubah luasnya. Ini membuktikan, alat tersebut tidak hanya sebagai media visual, melainkan sarana belajar operasi bilangan bulat yang menghubungkan konsep matematika yang bersifat abstrak dengan permasalahan yang lebih konkret dalam pengaplikasiannya pada materi geometri.

“Dari pertemuan pertama sebenarnya sudah mulai kelihatan karakter anak-anak kelas VII E. Mereka itu sebenarnya antusias, kalau dijelasin mereka mau memperhatikan dan juga aktif bertanya. Cuma memang mereka butuh waktu lebih untuk memahami materi. Jadi dari situ saya coba menyesuaikan cara menjelaskannya, lebih pelan, lebih banyak contoh, dan kalau ada yang belum paham kita ulang lagi. Saya sengaja menghubungkan alat peraga ini dengan materi yang sedang mereka pelajari, yaitu operasi bilangan bulat. Jadi mereka nggak cuma menghitung angka, tapi bisa melihat bagaimana operasi bilangan itu digunakan untuk menyelesaikan permasalahan luas bangun datar,” ujar Rohati, Mahasiswa Pelaksana Program Kerja.

Menanggapi respon siswa yang 70-80% masih kesulitan dalam mengerjakan tugas FPB dan KPK, maka Rohati melanjutkan fokus pembelajaran ke materi tersebut. Memasuki pertemuan ketiga dan keempat, penguatan materi dilakukan secara bertahap meliputi pemfaktoran atau kelipatan, pohon faktor, serta metode tabel atau pembagian bersusun.

Penjelasan dilakukan secara berulang, siswa juga diberikan pendampingan secara personal jika mengalami kesulitan materi. Hasilnya sekitar 50% siswa mulai menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap materi FPB dan KPK.

Di sisi lain, Siswa Kelas VII E SMPN 5 Karangploso menunjukkan antusiasme untuk belajar dan cukup aktif dalam bertanya. Ketika mengerjakan soal, siswa juga sering melakukan konfirmasi mengenai jawaban yang diperoleh, seperti menanyakan apakah jawaban mereka sudah benar. Hal tersebut menunjukkan adanya keinginan siswa untuk memastikan pemahaman mereka terhadap materi.

“Kami senang dengan adanya alat peraga ini. Tentunya ini bisa menjadi tambahan media pembelajaran untuk anak-anak, khususnya dalam pembelajaran matematika. Harapannya alat ini bisa terus dimanfaatkan oleh guru dan siswa untuk membantu memahami materi,” Wakil Kepala Sekolah SMPN 5 Karangploso.

Selain memberikan pengalaman pembelajaran kepada siswa, kegiatan ini juga menghasilkan alat peraga Luasmu Tetap yang dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah sebagai media pembelajaran matematika. Pihak sekolah memberikan tanggapan yang positif dan merasa senang dengan adanya alat peraga tersebut.

Alat peraga dinilai dapat menjadi tambahan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya untuk membantu siswa memahami konsep luas bangun datar secara lebih konkret. Pemberian alat peraga tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat terus dimanfaatkan oleh guru dan siswa setelah kegiatan mahasiswa selesai. (Tim KKN 93/Fikri)

Tinggalkan komentar