Surabaya, syiarmu.com — TVMu Jatim menggelar Follow Up Workshop KAUMA TVMu Jatim 1 sebagai bagian dari evaluasi dan persiapan produksi program Dinamika Amal Usaha Muhammadiyah ‘Aisyah (KAUMA) episode September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (1/9/2026) pukul 10.00 hingga 11.30 WIB, bertempat di Aula Pusat Dakwah Muhammadiyah Kota Surabaya, Jalan Wuni Nomor 9, Surabaya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh produser KAUMA, serta tim humas dari sejumlah Amal Usaha Muhammadiyah atau AUMA, meliputi TK Aisyiyah 07, 17, 20, 22 dan 32; SD Muhammadiyah 2, 4, 16 dan 20; SMP Muhammadiyah 1, 2 dan 3; serta SMA Muhammadiyah 1.
Follow up ini membahas sejumlah agenda penting, mulai dari persiapan tayangan KAUMA bulan September 2026, teknis produksi dan pengiriman gambar, hingga rencana tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas program secara berkelanjutan.

Produser Eksekutif KAUMA, H. Ali Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa kehadiran Amal Usaha Muhammaiyah ‘Aisyiyah (AUMA) dalam program KAUMA bukan sekadar untuk menampilkan kegiatan sekolah, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam memperluas syiar dakwah Persyarikatan Muhammadiyah melalui media televisi.
“KAUMA ini adalah media kita. Maka sudah semestinya kita bersama-sama memanfaatkannya untuk menyampaikan dan mempublikasikan berbagai aktivitas, karya, serta gerakan dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah. Kalau bukan kita yang mengisi dan memanfaatkan media kita sendiri, siapa lagi? Mari kita manfaatkan TVMu sebagai ruang untuk memperluas syiar dan mengenalkan gerakan dakwah kita kepada masyarakat,” tegas Ali Fauzi.
Dalam evaluasi tersebut, setiap AUMA diminta lebih memperhatikan jadwal tayang serta ketepatan pengunggahan materi ke folder Google Drive, termasuk penamaan file sesuai ketentuan. Hal ini penting karena materi yang telah diunggah akan menjadi acuan bagi host dalam mempersiapkan materi penyampaian.

Setiap tim produksi juga didorong meningkatkan komunikasi, baik secara internal di lingkungan sekolah maupun dengan produser pada masing-masing jenjang dan tim TVMu Jatim. Komunikasi yang lebih baik diharapkan dapat mempercepat identifikasi kendala sekaligus memudahkan proses pencarian solusi.
Dari sisi konten, tayangan KAUMA diharapkan semakin bervariasi dan menyesuaikan karakter masing-masing jenjang pendidikan. Produksi tidak harus selalu berbentuk profil, tetapi dapat dikembangkan dalam berbagai format kreatif yang informatif dan menarik bagi pemirsa.
Penggunaan lower third atau character generator (CG) juga menjadi salah satu perhatian. Setiap AUMA diberikan ruang untuk menampilkan CG sesuai kreativitas masing-masing sekolah, dengan tetap memuat informasi penting seperti nama dan jabatan, keterangan kegiatan, serta informasi SPMB.
Sementara dari aspek teknis, seluruh tim produksi diingatkan menggunakan kualitas gambar minimal 720p dengan frame rate 25fps. Apabila memungkinkan, produksi dianjurkan menggunakan 1080p 25fps. Tim juga diminta tidak menggunakan file video yang dikirim melalui WhatsApp karena proses kompresi dapat menurunkan kualitas gambar.

Pada aspek audio, tim produksi juga perlu memperhatikan keseimbangan antara backsound dan voice over. Musik latar harus diatur agar tidak menutupi narasi, sehingga informasi yang disampaikan melalui voice over tetap terdengar jelas oleh pemirsa.
Dalam kegiatan ini turut disampaikan rencana audisi host KAUMA untuk jenjang SD hingga SMA/SMK. Informasi mengenai pelaksanaan audisi akan disampaikan lebih lanjut.
Selain penguatan produksi, TVMu Jatim juga membuka peluang kemitraan dengan berbagai pihak dalam beragam bentuk kerja sama yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan potensi masing-masing AUMA.
Untuk menjaga konsistensi evaluasi, pertemuan serupa akan dilaksanakan setiap bulan pada pertengahan bulan, dengan menyesuaikan jadwal AUMA yang akan mendapatkan giliran tayang.
Melalui kegiatan follow up ini, TVMu Jatim berharap koordinasi antara tim produksi AUMA dan TVMu Jatim semakin kuat, sehingga KAUMA dapat menghadirkan tayangan yang lebih kreatif, berkualitas, informatif, dan mampu menjadi media publikasi positif bagi Amal Usaha Muhammadiyah di Jawa Timur. (Muha/Fikri)
