Surabaya, syiarmu.com — Pengalaman praktik kerja lapangan menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal dunia kerja secara langsung. Hal ini dilakukan tiga siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Muhammadiyah 1 Surabaya atau SMK Mudisa yang terlibat dalam proses taping host Dinamika Amal Usaha Muhammadiyah ‘Aisyah (KAUMA) episode 5 di Studio Mini PDM Surabaya.
Ketiga siswa tersebut adalah Hafidz Nu’man Ramadhan, Fadli Maulana Ibrahim, dan Muhammad Mustakim. Dalam proses produksi, mereka tidak hanya menjadi pengamat, tetapi ikut terlibat langsung dan berbagi peran dalam mendukung kelancaran taping.
Ketiganya mengambil peran berbeda, mulai dari teleprompter, kameramen, hingga director. Pembagian tugas ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk memahami secara langsung bagaimana sebuah program televisi diproduksi, mulai dari persiapan hingga proses pengambilan gambar.

Bagi Muhammad Mustakim, keterlibatan dalam produksi KAUMA menjadi pengalaman pertama yang menarik dan berkesan. Ia mengaku senang bisa mendapatkan kesempatan belajar sekaligus menjadi bagian dari proses produksi di lingkungan TVMu Jatim 1.
“Ini pengalaman pertama yang menarik dan berkesan bagi saya. Apalagi bisa menjadi salah satu bagian dari TVMu Jatim 1. Saya bisa belajar bagaimana proses produksi sebuah program televisi secara langsung,” ujar Mustakim.
Pengalaman tersebut juga menjadi ruang bagi siswa DKV SMK Mudisa untuk menerapkan kemampuan yang selama ini mereka pelajari di sekolah. Tidak hanya berkaitan dengan aspek visual, mereka juga dituntut mampu bekerja dalam tim, berkomunikasi, memahami instruksi, serta bertanggung jawab terhadap peran masing-masing selama proses produksi.


Sementara itu, Rizqi Ameliya, host KAUMA episode 5, turut memberikan apresiasi atas keterlibatan para siswa magang SMK Mudisa. Menurutnya, bantuan mereka memberikan kontribusi positif terhadap kelancaran proses taping.
“Terima kasih untuk teman-teman magang dari SMK Mudisa yang sudah membantu proses taping KAUMA. Kehadiran mereka sangat membantu. Mereka juga terlihat antusias untuk belajar dan terlibat langsung dalam proses produksi,” kata Rizqi.
Menurut Rizqi, pengalaman seperti ini penting bagi siswa karena mereka dapat melihat secara langsung dinamika produksi televisi yang tidak selalu bisa diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas.

Keterlibatan siswa SMK Mudisa dalam taping KAUMA episode 5 pun menunjukkan bahwa studio televisi dapat menjadi ruang belajar yang nyata bagi generasi muda. Dari balik kamera, teleprompter hingga posisi director, para siswa mendapatkan pengalaman untuk memahami bahwa sebuah tayangan televisi lahir dari kerja sama dan kolaborasi banyak orang.
Bagi para siswa, kesempatan tersebut bukan sekadar bagian dari kegiatan magang. Lebih dari itu, taping KAUMA menjadi pengalaman untuk belajar, mengasah keterampilan, membangun kepercayaan diri, sekaligus merasakan secara langsung atmosfer kerja di industri kreatif dan penyiaran.
Dari ruang kelas menuju studio, siswa Mudisa kini belajar bahwa dunia televisi bukan hanya tentang tampil di depan kamera, tetapi juga tentang bagaimana bekerja bersama di balik layar untuk menghadirkan sebuah tayangan yang menarik dan bermakna. (Muha/Fikri)
