Sinergi KKN UMSura dan Klinik PKU Muhammadiyah Kertosono Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Lansia

NGANJUK , syiarmu.com — Balai Desa Kedungsoko, Kecamatan Sukomoro, tampak lebih sibuk dari biasanya pada Minggu (2/8) pagi. Sejak sebelum acara resmi dimulai, deretan warga yang didominasi oleh kelompok lanjut usia (lansia) sudah mulai berdatangan menempati kursi tunggu. Pagi itu, kolaborasi layanan kesehatan jemput bola antara Klinik PKU Muhammadiyah Kertosono dan Kelompok 3 KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSura) akhirnya direalisasikan.

Rangkaian acara dibuka tepat pukul 08.30 WIB. Setelah pengantar dari pembawa acara, suasana balai desa diwarnai dengan kekhidmatan saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah dikumandangkan, yang kemudian disusul oleh lantunan ayat suci Al-Qur’an dari Jauza Abbiyah, salah satu anggota tim KKN Kelompok 3.

Memasuki sesi sambutan, apresiasi dan harapan mengalir dari berbagai pihak. Sambutan diawali oleh Basman Ubudy selaku Ketua Kelompok 3 KKN UMSura, disusul oleh Sekretaris Desa Kedungsoko, Bapak Muhammad Taufik, yang hadir mewakili Kepala Desa yang tengah berhalangan karena sakit.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Alifah Hasna selaku dokter penanggung jawab dari PKU Muhammadiyah Kertosono menegaskan bahwa kegiatan ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar layanan kesehatan.

“Kami berharap kegiatan bakti sosial ini tidak hanya menjadi bentuk amalan yang bermanfaat secara sosial dan kesehatan bagi Klinik PKU Muhammadiyah, teman-teman KKN, dan seluruh warga Kedungsoko di dunia, tetapi juga menjadi amalan yang mengalir hingga ke akhirat kelak,” ungkap dr. Alifah di hadapan para warga.

Begitu sesi pembukaan selesai, antusiasme warga langsung terlihat dengan sepuluh nomor antrean pertama yang langsung diproses. Meski sempat terjadi sedikit kendala teknis pada sistem penomoran antrean di menit-menit awal, dinamika tersebut berhasil diurai dan dikendalikan dengan sangat baik oleh panitia dari Kelompok 3 KKN UMSura, sehingga alur kembali tertib.

Untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga, panitia dan tenaga kesehatan menerapkan enam langkah alur pemeriksaan yang ketat dan sistematis bagi setiap pasien:

  1. Registrasi Administratif: Pasien wajib menyerahkan KTP untuk pendataan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan alamat domisili.
  2. Skrining Antropometri: Pemeriksaan fisik dasar yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan, dan lingkar pinggang.
  3. Pengecekan Tensi: Pengukuran tekanan darah untuk mendeteksi risiko hipertensi.
  4. Konsultasi Medis: Sesi tanya jawab dan pemeriksaan keluhan secara langsung bersama dokter.
  5. Uji Laboratorium Dasar: Pengambilan sampel cek darah, yang dilakukan secara selektif hanya jika direkomendasikan oleh dokter.
  6. Farmasi: Pengambilan obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter secara gratis.

Menariknya, waktu warga saat menunggu giliran antrean tidak terbuang sia-sia. Mahasiswa Fakultas Kedokteran dari Kelompok 3 KKN UMSura mengambil langkah proaktif dengan mendatangi dan mengedukasi warga yang sedang duduk di ruang tunggu. Sambil berbincang santai, mahasiswa memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya menjaga pola makan, kepatuhan minum obat, dan gaya hidup sehat. Sesi edukasi informal ini sukses membuat suasana ruang tunggu menjadi lebih hidup dan bermanfaat bagi para lansia.

Seluruh proses pelayanan kesehatan ini dikawal langsung secara profesional oleh tim medis dari PKU Muhammadiyah Kertosono, yakni dr. Alifah Hasna, Akh Fadhil Arsyani, A.Md.Kep., Susi Endah Rahayu, A.Md.Kep., dan tenaga farmasi Intania Cahya Putri, A.Md.Farm. Hingga pelayanan ditutup, tercatat sebanyak 67 warga telah berhasil mendapatkan penanganan, di mana demografi pasien secara masif didominasi oleh kalangan lansia.

Rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini turut disampaikan oleh Siti Widayati, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kedungsoko. Ia secara khusus mengapresiasi dedikasi mahasiswa KKN UMSura yang selama kurang lebih satu bulan terakhir selalu aktif melebur dalam berbagai kegiatan desa.

“Terima kasih kepada adik-adik KKN yang sudah berkolaborasi mengadakan pemeriksaan dan pengobatan gratis ini. Selama satu bulan ini, adik-adik sudah sangat membantu mengaktifkan kegiatan baik dari pemerintah desa, PKK, hingga Posyandu,” tutur Siti.

Dengan nada yang hangat, ia juga menyampaikan doa penutup bagi tim KKN.

“Saya mewakili tim juga meminta maaf apabila pesertanya hari ini dirasa kurang maksimal. Namun kami pokoknya sangat senang sudah didatangi oleh adik-adik KKN UMSura. Semoga ke depannya adik-adik semakin sukses dan berhasil menyelesaikan pendidikannya,” pungkasnya.

Tepat pukul 11.45 WIB, seluruh rangkaian bakti sosial pengobatan gratis ini ditutup secara resmi. Acara dipungkas dengan sesi foto bersama antara tim medis PKU Muhammadiyah Kertosono dan mahasiswa KKN Kelompok 3, menandai suksesnya sinergi lintas institusi dalam merawat kesehatan masyarakat Kedungsoko. (Tim KKN 3/Fikri)

Tinggalkan komentar