Malang, Syiarmu.com – Kontribusi kelompok 93 KKN MAs 2026 tambahkan agenda baru dalam kegiatan pengecekan kembang tumbuh balita Posyandu Desa Ngenep pada 20 Agustus 2026 di Balai Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Senam kaki dipilih sebagai bahan edukasi mengingat posisi Kabupaten Malang menempati nomor urut ke-3 kasus diabetes di Jawa Timur.
Berbekal keilmuan dan latar belakang medis yang dimiliki, Najwa Firdha Rosyada, anggota Kelompok 93 KKN MAs 2026 dari Program Studi Keperawatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta memimpin koordinasi jalannya peragaan senam kaki diabetes agar tepat sasaran dan aman bagi lansia.

Bukan di atas panggung, metode pendekatan yang digunakan justru interaksi personal atau satu per satu, tujuannya agar lansia lebih paham, merasa didampingi, dan bisa mempraktikkan gerakan secara langsung tanpa merasa tertinggal. Lewat bahasa yang sederhana serta pembagian leaflet, materi edukasi diharapkan dapat tersampaikan dengan baik dan bisa menjadi kebiasaan.
“Saya dan tim berharap program senam kaki diabetes dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi para lansia. Gerakan senam yang sederhana membuatnya bisa dilakukan secara mandiri di rumah sebagai salah satu cara menjaga kesehatan, terutama bagi penderita diabetes. Saya senang bisa berbagi dan membantu lansia memahami manfaat senam kaki untuk kesehatan kaki.” ujar Firdha.


Dilakukan bersamaan dengan pelayanan rutin Posyandu Desa Ngenep dan edukasi DAGUSIBU yang juga dari anggota Kelompok 93, kegiatan ini menjadi efisien dan efektif karena menunjukkan jumlah daftar hadir lansia tercatat 61 orang dari total keseluruhan.
Mengangkat topik kegiatan berdampak, senam kaki diabetes selaras untuk kesehatan jangka panjang warga jika rutin dilakukan. Menurut Direktorat Jenderal Kesehatan Lingkungan, senam kaki diabetes penting untuk meningkatkan sirkulasi darah, mencegah luka dan infeksi, mengurangi rasa nyeri dan kesemutan, dan memperbaiki otot-otot kaki.

“Kegiatan ini sangat membantu dalam mendukung program kesehatan di desa, khususnya bagi lansia. Saya berharap mahasiswa bisa terus belajar dan mengembangkan ilmunya agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ibu Anita, Perawat Desa.
Keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi aktif Kelompok 93 KKN MAs 2026 dalam merespon isu kesehatan lokal. Mengintegrasikan keahlian akademis dengan kebutuhan masyarakat, para mahasiswa berharap jejak edukasi yang ditinggalkan di Desa Ngenep mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kualitas hidup para lansia di masa mendatang. (Tim KKN 93/Fikri)
