Surabaya, syiarmu.com – Kemeriahan dan nuansa kepedulian mewarnai puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah yang digelar oleh TK Aisyiyah Bustanul Athfal 04 Surabaya pada Jumat (4/9/2026). Ratusan siswa yang terdiri dari kelompok KB Aisyiyah 05, TK A, dan TK B tampak antusias mengikuti rangkaian acara bertajuk “Pawai Bersama dan Aksi Cilik Gerakan Al-Ma’un”.
Mengusung tema “Belajar Peduli, Berbagi, dan Menebar Kebaikan Sejak Dini”, kegiatan ini diawali dengan pawai menyusuri rute permukiman warga. Suasana semarak menyelimuti langkah kecil para siswa saat melintasi rute yang dimulai dari Bangunsari, berlanjut menuju kawasan RW 3 Bangunsari, Bangunrejo, hingga berakhir di kawasan Lasem.

Tidak sekadar berjalan bersama, pawai ini menjadi momen bagi para siswa untuk merealisasikan Aksi Cilik Gerakan Al-Ma’un. Sebelum hari pelaksanaan, para siswa telah diimbau untuk menyiapkan barang-barang kepedulian dari rumah.
Siswa kelompok KB dan TK B mengumpulkan mainan bekas layak pakai atau membeli mainan baru dengan anggaran Rp10.000. Sementara itu, siswa TK A membawa paket alat tulis dengan batas anggaran yang sama. Barang-barang tersebut kemudian dibagikan secara langsung kepada warga serta sesama yang membutuhkan di sepanjang rute yang dilalui.


Latar belakang tercetusnya Gerakan Al-Ma’un ini berakar kuat pada nilai-nilai yang terkandung dalam Surah Al-Ma’un. Surah ke-107 dalam Al-Qur’an ini mengajarkan umat Islam agar tidak mendustakan agama dengan cara menyayangi anak yatim, membantu fakir miskin, dan membiasakan diri memberi pertolongan melalui barang-barang yang berguna. Landasan teologis inilah yang melandasi gerakan sosial Aisyiyah untuk terus menyemai benih kepedulian sosial sejak usia belia.
Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal 04, Lilik Tarwijah, S.Pd., menjelaskan bahwa karakter suka berbagi dan berempati tidak dapat tumbuh secara instan, melainkan harus dilatih sejak usia dini.
“Melalui kegiatan pawai bersama dan Gerakan Berbagi ini, anak-anak diajarkan untuk memiliki sikap empati serta peduli terhadap sesama saudara muslim di sekitar lingkungan sekolah yang membutuhkan,” ujar Lilik Tarwijah di sela-sela kegiatan.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, pihak sekolah menaruh harapan besar bagi perkembangan karakter para peserta didik. Selain untuk melatih keberanian anak-anak saat berinteraksi langsung dengan warga masyarakat sekitar, kegiatan ini ditujukan agar sikap peduli mengakar kuat dalam jiwa mereka.
Hal yang paling mendasar adalah agar para siswa dapat memahami bahwa makna Surah Al-Ma’un bukan sekadar untuk dihafal, melainkan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah nyata ini selaras dengan prinsip dasar pendidikan Aisyiyah yang senantiasa berpedoman teguh pada Al-Qur’an dan Hadis. (Winda/Fikri).
