Surabaya, syiarmu.com – Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sukomanunggal menegaskan peran strategis perempuan dalam membawa perubahan sosial. Hal ini menjadi fokus utama saat mereka hadir sebagai audiens dalam program “Ngaji Aisyiyah” (Ngasah) TVMu Jatim yang berlangsung pada Senin (16/2/2026) di studio TVMu.
Sesi diskusi kali ini menghadirkan tokoh inspiratif dari Lamongan, Diana Mufidati, S.Ag, S.Pd., yang menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lamongan. Dipandu oleh host Rizki Amelia, M.Pd., acara ini mengusung tema besar: “Perempuan Berkemajuan: Berpikir Kritis, Bertindak Solutif”.
Dalam paparannya, Diana Mufidati menekankan bahwa menjadi perempuan berkemajuan bukan sekadar jargon, melainkan panggilan untuk memiliki ketajaman berpikir dalam melihat persoalan di sekitar.

“Perempuan berkemajuan adalah mereka yang tidak hanya menerima keadaan, tetapi mampu bertanya ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ terhadap fenomena sosial di lingkungannya. Berpikir kritis adalah fondasi awal. Tanpa nalar yang tajam, kita akan mudah terbawa arus informasi yang menyesatkan. Kader Aisyiyah di Sukomanunggal harus menjadi pelopor dalam memilah informasi dan memberikan solusi, bukan justru menjadi bagian dari masalah,” ujarnya.
Diskusi semakin mendalam saat membahas aspek “bertindak solutif”. Diana mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan aksi nyata yang menyentuh akar rumput.

“Jangan berhenti pada diskusi di atas meja. Setiap pemikiran kritis harus bermuara pada tindakan solutif. Jika kita melihat masalah ekonomi atau pendidikan di cabang kita, perempuan Aisyiyah harus hadir dengan program yang konkret. Itulah jati diri kita: bergerak dengan ilmu dan menyelesaikan masalah dengan amal nyata. Kita dituntut untuk menjadi pemberi solusi di dalam keluarga sekaligus penggerak perubahan di masyarakat,” tegas Diana di hadapan para kader.
Kehadiran PCA Sukomanunggal dalam sesi tapping ini diharapkan mampu memperkuat militansi anggota dalam menjalankan program-program kemasyarakatan yang lebih inovatif. Sesi yang berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 12.30 WIB ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang dinamis. (H.N. Mukhbita/Fikri)
